Jakarta, IDN Times - Memiliki riwayat penyakit skoliosis bukan penghalang bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Riau Langgeena Salehane. Perempuan yang akrab disapa Gina itu tetap berupaya mencari pekerjaan dan melamar menjadi calon manajer koperasi atau kelurahan desa merah putih. Ia pun mengaku tetap merasa aman lantaran saat berada Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes AD karena tak dipaksa mengikuti latihan fisik.
"Untuk kami yang sakit, tidak dipaksakan di sini untuk kegiatan fisiknya, terutama ketika kami sudah lelah atau merasa gak sanggup lagi untuk melanjutkannya. Saya dipersilakan untuk duduk," ungkap Gina ketika ditemui di Pudikkes Puskesad, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, lantaran adanya riwayat skoliosis terjadi penyempitan diafragma. Sehingga, nafasnya lebih pendek dan mudah lelah saat berjalan dalam waktu lama.
Perempuan berusia 23 tahun itu sudah tahu kondisi tersebut pada 2025. Gina juga sudah menyampaikan ke tim pemeriksa kesehatan sebelum mengikuti pembekalan bela negara dan manajerial.
"Saya sudah tahu riwayat kesehatan ini sebelum ikut program ini. Bahkan, pada saat pemeriksaan kesehatan pun, saya sudah sampaikan bahwa saya punya riwayat penyakit ini," tutur dia.
