Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dibantu Warga, Kemenhut Tangkap Harimau Sumatra Dekat Sekolah di Agam
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat bersama warga evakuasi Harimau Sumatra (12/8/2026) (dok. Kemenhut)
  • BKSDA Sumatra Barat mengevakuasi Harimau Sumatra yang berkeliaran dekat permukiman, sekolah, dan fasilitas umum di Palupuh, Agam.
  • Sebelum ditangkap, harimau tersebut memangsa dua kambing warga dan interaksi negatif sebelumnya juga tercatat pada 31 Juli 2026.
  • Harimau dititipkan ke lembaga konservasi untuk diperiksa, sementara warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan kemunculan satwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling penting saat harimau muncul dekat warga?
Vote Now
31 Juli 2026

Interaksi negatif antara harimau dan warga tercatat dengan korban berupa anjing dan kambing milik warga.

Senin (10/8/2026) sore

Balai KSDA Sumbar menerima laporan serangan Harimau Sumatra terhadap dua kambing milik warga.

Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB

Balai KSDA Sumbar memasang perangkap jebak atau box trap di sekitar permukiman dan area sekolah.

Sekitar pukul 19.45 WIB

Penjaga SDN 10 Palimbatan melaporkan Harimau Sumatra telah masuk ke dalam perangkap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling penting saat harimau muncul dekat warga?
Vote Now
  • What?
    Harimau Sumatra yang memangsa ternak dan berkeliaran dekat permukiman serta sekolah berhasil dievakuasi.
  • Who?
    BKSDA Sumatra Barat, Wildlife Rescue Unit, masyarakat, Polsek Palupuh, dan Harimau Sumatra terlibat dalam penanganan ini.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dekat SDN 10 Palimbatan.
  • When?
    Laporan diterima Senin (10/8/2026) sore. Box trap dipasang Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB dan harimau masuk sekitar pukul 19.45 WIB.
  • Why?
    Penanganan dilakukan karena harimau memangsa ternak warga dan berkeliaran di sekitar permukiman, sekolah, serta fasilitas umum.
  • How?
    Tim melakukan verifikasi, memasang box trap, lalu mengevakuasi harimau bersama koordinasi Polsek Palupuh dan menitipkannya ke lembaga konservasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling penting saat harimau muncul dekat warga?
Vote Now

Ada harimau besar dekat rumah warga dan sekolah di Palupuh, Agam. Harimau itu makan kambing warga. Tim BKSDA Sumatra Barat memasang kotak perangkap. Harimau lalu masuk ke dalamnya. Tim membawa harimau ke lembaga konservasi untuk diperiksa dokter. Warga diminta hati-hati dan tidak mendekati harimau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling penting saat harimau muncul dekat warga?
Vote Now

Penanganan di Palupuh memperlihatkan upaya yang menempatkan keselamatan warga dan perlindungan Harimau Sumatra secara bersamaan. Pemasangan box trap memungkinkan satwa dievakuasi tanpa warga perlu mendekati atau menangkapnya. Setelah itu, pemeriksaan oleh tim medis dan dokter hewan menjadi bagian dari penanganan konservasi sebelum langkah berikutnya ditentukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling penting saat harimau muncul dekat warga?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat bergerak menangani konflik antara masyarakat dengan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Harimau Sumatra tersebut sebelumnya memangsa ternak warga dan berkeliaran di sekitar permukiman serta fasilitas publik, termasuk sekolah. Setelah dilakukan pemasangan perangkap, satwa dilindungi itu akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim BKSDA Sumatra Barat.

1. Dua ekor kambing milik warga jadi korban

Dua anakan harimau sumatra terpantau dalam keadaan baik di Taman Nasional Kerinci Seblat. (Dok: Kementerian Kehutanan)

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan laporan mengenai serangan harimau terhadap ternak warga diterima Balai KSDA Sumbar pada Senin, 10 Agustus 2026 sore.

“Pada Senin (10 Agustus 2026) pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa dua ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatra. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi,” kata Ristianto.

Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, petugas menemukan satu ekor kambing mati di dalam kandang dengan luka gigitan di bagian leher. Sementara, seekor kambing lainnya dibawa Harimau Sumatra ke semak-semak dan hanya menyisakan dua kaki bagian depan.

Lokasi kejadian menjadi perhatian karena berada cukup dekat dengan sejumlah fasilitas publik. Ristianto menyebut lokasi tersebut berjarak sekitar 50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.

Keberadaan Harimau Sumatra di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan tersebut, meningkatkan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, interaksi negatif antara harimau dan warga sebelumnya juga tercatat pada 31 Juli 2026 dengan korban berupa anjing dan kambing milik warga.

Melihat frekuensi kejadian yang berulang dan masih berkeliaran Harimau Sumatra di sekitar permukiman serta area sekolah, Balai KSDA Sumbar mengambil langkah penanganan dengan memasang perangkap jebak atau box trap pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB.

Upaya tersebut membuahkan hasil dalam waktu kurang dari dua jam. Sekitar pukul 19.45 WIB, tim yang masih berada di sekitar lokasi menerima laporan dari penjaga SDN 10 Palimbatan bahwa Harimau Sumatra telah masuk perangkap.

“Tim Balai KSDA Sumatra Barat, saat ini telah melakukan evakuasi terhadap Harimau Sumatra tersebut dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh, untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa,” ujar Ristianto.

Setelah berhasil dievakuasi, Harimau Sumatra tersebut dititipkan di lembaga konservasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan akan dilakukan tim medis dan dokter hewan, untuk memastikan kondisi kesehatan satwa sebelum ditentukan langkah penanganan konservasi selanjutnya.

2. Tekankan keselamatan warga dan konservasi

Penampakan anak harimau Sumatra "Puspa" dan Muli Sikop di LK Lembah Hijau Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Penanganan cepat konflik Harimau Sumatra di Agam tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menempatkan mitigasi konflik manusia dan satwa liar, sebagai bagian penting dari pengelolaan konservasi. Pendekatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk merespons kejadian setelah konflik terjadi, tetapi juga memperkuat sistem deteksi dini, respons lapangan, edukasi masyarakat, serta penanganan satwa secara terukur.

Dalam kasus di Palupuh, pemasangan box trap menjadi salah satu langkah mitigasi untuk mengurangi risiko interaksi berulang antara Harimau Sumatra dan masyarakat, khususnya karena lokasi kejadian berada berdekatan dengan sekolah dan fasilitas umum.

Komitmen tersebut juga sesuai perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap perlindungan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati Indonesia. Perlindungan satwa liar, termasuk Harimau Sumatra, menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem sekaligus memastikan keberadaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Karena itu, penanganan konflik manusia dan satwa liar membutuhkan keseimbangan antara aspek keselamatan masyarakat dan prinsip konservasi. Setiap tindakan terhadap satwa dilindungi harus dilakukan berdasarkan kondisi lapangan, kajian teknis, serta ketentuan konservasi yang berlaku.

3. Warga diminta waspada

Tim BBKSDA Provinsi Riau saat hendak memasang boxtrap untuk Harimau Sumatra pasca dua kejadian yang menghilangkan dua nyawa (IDN Times/ dok BBKSDA Riau)

Kemenhut juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kawasan tersebut merupakan jalur yang berpotensi dilalui satwa liar.

Masyarakat diminta menghindari aktivitas seorang diri, khususnya pada malam hari di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan Harimau Sumatra. Selain itu, warga diingatkan untuk tidak mendekati, mengejar, maupun mencoba menangkap satwa liar apabila kembali terlihat.

Masyarakat diminta segera melaporkan kemunculan satwa kepada Balai KSDA atau aparat setempat, agar dapat ditangani secara aman dan terukur.

Langkah cepat BKSDA Sumatra Barat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat, sekaligus memastikan Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi tetap mendapatkan penanganan sesuai prinsip konservasi.

Yuk pilih langkah yang paling penting

Mana yang paling penting saat harimau muncul dekat warga?

See More
Segera melapor ke petugas
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Menjaga jarak dan menghindari lokasi

Curated For You

Editorial Team

Related Article