Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pembajak Pesawat Flydubai Disebut Pernah Dilarang Terbang di Oman

2 min read
Pembajak Pesawat Flydubai Disebut Pernah Dilarang Terbang di Oman
potret pesawat Flydubai (pexels.com/Shaahy)
  • Wall Street Journal melaporkan kopilot Flydubai asal Oman pernah dilarang terbang oleh otoritas Oman terkait tindakan radikal, tetapi detail tindakan tersebut belum diungkap.
  • Kopilot itu tetap direkrut Flydubai, yang diduga tidak memeriksa latar belakangnya secara menyeluruh; identitas dan respons otoritas Oman belum tersedia.
  • Penyelidikan pembajakan rute UEA-Israel pada 29 September 2026 masih berlangsung; pelaku kini ditahan di UEA setelah pesawat sempat mendarat darurat di Arab Saudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pembajak yang juga merupakan kopilot pesawat Flydubai dikabarkan pernah dilarang terbang oleh otoritas Oman karena tindakan radikal. Penemuan itu pertama kali disampaikan oleh Wall Street Journal (WSJ) berdasarkan keterangan sejumlah sumber rahasia yang mengetahui hal tersebut pada Jumat (2/10/2026).

Sayangnya, sumber tersebut tidak merinci tindakan radikal seperti apa yang pernah dilakukan sang kopilot sehingga dirinya dilarang terbang. Sejumlah media sudah berupaya bertanya ke Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengenai hal ini. Namun, Doha menolak memberi jawaban untuk menghindari dugaan yang terlalu dini.

  1. 1. Tetap direkrut oleh Flydubai meski pernah dilarang terbang

    Pesawat Flydubai.
    potret pesawat Flydubai (pexels.com/Alexander Gluschenko)

    Meski pernah dilarang terbang, kopilot asal Oman tersebut tetap direkrut oleh Flydubai. Sebab, Flydubai ketika itu diduga tidak mengetahui secara detail latar belakang dari sang kopilot. Sumber tadi mengatakan, Flydubai kemungkinan tidak mengecek latar belakang kopilot tersebut terlebih dahulu sebelum merekrutnya. Padahal, itu sudah menjadi prosedur standar dalam perekrutan pilot dan kopilot.

    Sejumlah media sudah berupaya menghubungi otoritas Oman untuk mengetahui lebih dalam soal latar belakang kopilot yang menjadi pelaku pembajakan pesawat Flydubai. Sebab, latar bekakangnya memang tidak diketahui secara publik. Bahkan, namanya pun tidak diketahui. Namun, Muscat belum memberi respons hingga saat ini.

  2. 2. Benjamin Netanyahu menyebut kopilot Flydubai dipengaruhi doktrin Islam radikal

    Benjamin Netanyahu sedang berbicara kepada orang banyak.
    potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

    Laporan ini muncul usai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, buka suara soal latar belakang kopilot Flydubai. Ia mengatakan, kopilot tersebut telah dipengaruhi doktrin Islam radikal. Namun, hingga saat ini, belum jelas apakah doktrin tersebut menjadi pemicu tindakan pembajakan atau tidak.

    Lebih lanjut, Jerusalem Post berdasarkan informasi dari sejumlah sumber melaporkan, kopilot yang membajak pesawat Flydubai hanya punya satu status kewarganegaraan, yakni Oman. Sebab, sesuai dengan perjanjian penerbangan bilateral antara Israel dan UEA, pilot yang bertugas di kedua negara tidak diharuskan menjadi warga negara dari negara-negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

  3. 3. Penyelidikan saat ini masih berlangsung

    Penyelidikan
    ilustrasi penyelidikan (unsplash.com/Mediamodifier)

    Hingga saat ini, penyelidikan terkait insiden pembajakan pesawat Flydubai dengan tujuan UEA-Israel yang terjadi pada Selasa (29/9/2026) lalu masih berjalan. Para penyelidik diharapkan bisa segera mengungkap apa motif yang dilakukan pelaku di balik pembajakan ini. Sebab, insiden ini menjadi alarm bagi seluruh maskapai di dunia agar lebih waspada terhadap tindakan pembajakan dan terorisme di pesawat.

    Saat ini, kopilot asal Oman yang menjadi pelaku pembajakan masih ditahan di UEA. Sebelumnya, kopilot tersebut ditahan di Arab Saudi usai pesawat Flydubai mendarat darurat di Bandara Tabuk. Namun, ia akhirnya dipindahkan ke UEA untuk mempermudah proses penyelidikan lebih lanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More