Dirut Baru BPJS Kesehatan: Amanah Besar Cakup 283 Juta Peserta

Prihati Pujowaskito resmi menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan dan menegaskan komitmennya melanjutkan program jaminan kesehatan nasional yang mencakup 283 juta peserta di seluruh Indonesia.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan serta menekankan pentingnya kolaborasi dengan fasilitas kesehatan demi layanan yang efisien dan merata.
Jakarta, IDN Times - Direktur Utama baru BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, berkomitmen untuk melanjutkan program jaminan kesehatan nasional usai menerima penugasan resmi pemerintah.
Hal tersebut disampaikan usai prosesi serah terima jabatan Direksi dan Dewan Pengawas BPJS di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jumat (20/2/2026).
Prihati Pujowaskito adalah purnawirawan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI. Dengan jabatan barunya tersebut, dia berkomitmen dengan cakupan peserta dan tantangan layanan kesehatan di Indonesia.
“Jadi saya merasa menerima amanah yang besar, jadi akan ikut menyelenggarakan jaminan kesehatan sosial, ya! Pesertanya 283 juta jiwa dan bekerja sama dengan 23 ribu fasilitas kesehatan dan 3.000 rumah sakit," kata dia.
1. Ucapan terima kasih kepada Prabowo

Dia juga mengungkapkan rasa terima kasih pada Presiden Prabowo atas penunjukan dirinya yang mengemban tugas sebagai Direktur BPJS Kesehatan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan surat perintah untuk penugasan ini dan tentunya kepada direksi dan dewas sebelumnya yang telah memberikan fondasi yang kokoh pada program ini dan kami akan melanjutkan yang baik-baik," ujar dia.
Dia mengatakan, keberlanjutan program menjadi fokus utama, terutama dalam menjaga kualitas layanan di tengah jumlah peserta yang terus besar. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan fasilitas kesehatan agar pelayanan tetap efisien dan merata.
2. Bukan baru di bidang kesehatan

Prihati bukan orang baru di bidang kesehatan. Dia melanjutkan studi kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan mengambil spesialisasi jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Dia juga menyelesaikan Magister Manajemen Rumah Sakit dan doktor hukum kesehatan.
Dalam karier militer dan medis, dia pernah bertugas sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus dan di lingkungan Pusat Kesehatan Angkatan Darat kemudian menjadi dokter spesialis jantung di RS TNI AD Dustira Cimahi.
3. Sempat jadi kepala departemen jantung RSPAD Gatot Soebroto

Pada periode 2018-2021, dia menjabat Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto serta dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani.
Selanjutnya, dia menjabat Direktur Pengawasan Medik RSPAD. Tahun 2023-2025, dia juga dipercaya menjadi Dekan Fakultas Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia serta tercatat sebagai instruktur ACLS PERKI.
Turut hadir dalam agenda ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.
















