Presiden Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan dengan pengusaha KADIN Pusat dan Daerah seluruh Indonesia, Jumat (31/7/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden)
Dalam pidatonya pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes) NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026, Prabowo mengungkap alasan kenapa gaji guru tak pernah bisa naik. Menurutnya, kenaikan gaji guru terhambat karena adanya kebocoran anggaran yang dikorupsi.
“Saya ingin sampaikan dalam forum ini, karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat. Harus mengerti, kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Kenapa anggaran selalu kurang? Iya kan. Karena uangnya gak ada, diambil terus,” ujar Presiden.
Prabowo mengaitkan kondisi tersebut dengan arus kekayaan nasional yang keluar dari Indonesia dalam jumlah besar selama puluhan tahun. Presiden menyebut kondisi tersebut tercermin dalam data perdagangan internasional.
“Kalau sekarang ada yang mengatakan rupiah kita lemah ini dan itu, ya karena kekayaannya keluar. Kalau darah kita, tiap hari darah kita keluar, di ujungnya badan kita collapse, mati. Begitu kayanya Republik kita. Tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri. Saudara-saudara sekalian, jadi kita lihat dari neraca itu, inflow outflow. Kita lihat di sini selama 22 tahun, uang yang keluar itu 343 miliar (dolar AS). Jadi keuntungan 436 (miliar dolar AS), yang keluar 343 (miliar dolar AS), yang tinggal adalah sedikit sekali dibandingkan yang keluar,” kata Prabowo.