Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman, menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik yang disampaikan. Hal itu Dudung sampaikan dalam video yang diunggah di akun Instagram @kantorstaforesidenri.
Mulanya, Dudung menyampaikan, mengenai sejarah panjang Indonesia yang tumbuh dari luka dan darah para pendiri bangsa.
"Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa. Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, dan berbagai gerakan yang ingin mengoyak Merah Putih dari dada bangsa ini," ujar Dudung, dikutip Jumat (12/6/2026)
"Kita juga pernah terkoyak oleh konflik Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, hingga berbagai peristiwa sosial-politik di Papua dan daerah lainnya. Di sana, hati nurani bangsa pernah diuji," sambungnya.
