Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dudung Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik yang membangun, mengingatkan agar masyarakat bijak menyampaikan pendapat tanpa provokasi atau adu domba demi menjaga persatuan bangsa.
  • Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk UI dan IPB, menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta yang sempat diwarnai dorong-dorongan antara massa dan aparat kepolisian.
  • Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama seperti penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian militerisme di ranah sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini banyak kakak mahasiswa kumpul di Bundaran HI, mereka demo dan ada yang dorong-dorongan sama polisi. Mereka minta harga barang turun dan pemerintah tidak boros uang. Pak Dudung bilang pemerintah mau dengar kritik, tapi jangan marah-marah atau adu domba, supaya semua orang tetap rukun dan damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Dudung Abdurachman bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik menunjukkan semangat demokrasi yang sehat di tengah dinamika sosial. Dengan menegaskan pentingnya kritik yang membangun dan menolak provokasi, ia menempatkan dialog sebagai sarana menjaga persatuan bangsa. Sikap ini mencerminkan upaya pemerintah menghargai aspirasi masyarakat sambil menjaga nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman, menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik yang disampaikan. Hal itu Dudung sampaikan dalam video yang diunggah di akun Instagram @kantorstaforesidenri.

Mulanya, Dudung menyampaikan, mengenai sejarah panjang Indonesia yang tumbuh dari luka dan darah para pendiri bangsa.

"Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa. Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, dan berbagai gerakan yang ingin mengoyak Merah Putih dari dada bangsa ini," ujar Dudung, dikutip Jumat (12/6/2026)

"Kita juga pernah terkoyak oleh konflik Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, hingga berbagai peristiwa sosial-politik di Papua dan daerah lainnya. Di sana, hati nurani bangsa pernah diuji," sambungnya.

1. Jangan sampai ada adu domba

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Duduk kemudian mengingatkan mengenai semboyan Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Magrwa yang bermakna meski berbeda-beda tapi tetap satu, dan tidak ada kebenaran yang mendua.

Dudung menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kritik yang disampaikan oleh berbagai pihak.

"Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik. Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," kata dia.2. Ada demo mahasiswa (12/6/2026)

2. Ada demo mahasiswa hari ini

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus gelar demo di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Mahasiswa berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diwarnai insiden dorong-dorongan antara massa aksi dan aparat kepolisian, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, massa aksi terlihat berada di depan barikade polisi yang menggunakan tameng penghalang. Sejumlah peserta aksi tampak mendorong barikade, sementara aparat kepolisian menahan dari sisi berlawanan.

Terlihat seorang peserta aksi berada di sela-sela barikade saat terjadi desakan dari kedua kubu. Di sekitar lokasi juga tampak sejumlah warga mendokumentasikan peristiwa tersebut menggunakan telepon genggam.

Barisan aparat kepolisian dan massa aksi saling berhadapan. Sejumlah peserta aksi berdiri di depan barikade, sedangkan aparat membentuk barisan pengamanan di belakang tameng penghalang.

​Kampus-kampus yang dipastikan ikut serta dalam aksi hari ini adalah BEM UI dan 15 BEM Fakultas yang ada di UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, BEM UIN, Pembebasan dan Semar UI.

“Seribu lebih mahasiswa akan turun ke Bundaran HI,” kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan kepada IDN Times.

BEM UI juga mengundang kepada seluruh elemen masyarakat; mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah.

3. Ada 5 tuntutan yang disampaikan mahasiswa

Aksi demo mahasiswa kembali diblokade saat menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Terdapat lima tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut:

1. Stop pemborosan APBN

2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Hentikan militerisme di ranah sipil

5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Editorial Team

Related Article