Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dukcapil: Penduduk Tertua Indonesia Berusia 118 Tahun di Bangkalan
Ilustrasi siluet lansia di Padang (Foto: Dok IDN Times/Halbert Caniago)
  • Dukcapil mencatat penduduk tertua Indonesia berusia 118 tahun berasal dari Bangkalan, Jawa Timur; penduduk tertua kedua berasal dari Pamekasan, Madura.
  • Per 30 Juni 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 290.125.073 jiwa, naik sekitar 1,8 juta dari Semester II 2025; laki-laki berjumlah 146,4 juta dan perempuan 143,7 juta.
  • Jawa Barat mencatat kelahiran tertinggi, sementara Jawa Timur memiliki kematian tertinggi. Pulau Jawa menampung 55,73 persen populasi nasional, dengan Jawa Barat sebagai provinsi terpadat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang paling tua di Indonesia yang umurnya 118 tahun. Ia tinggal di Bangkalan, Jawa Timur. Orang tertua nomor dua juga tinggal di Madura, di Pamekasan. Pak Teguh dari Dukcapil ingin datang untuk bertemu dan bertanya rahasia hidup lama. Sekarang, Indonesia punya sekitar 290 juta penduduk. Banyak orang tinggal di Pulau Jawa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan terdapat penduduk Indonesia yang tercatat memiliki usia hingga 118 tahun. Penduduk tertua tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menyebut catatan tersebut menjadi fenomena menarik dalam data kependudukan Indonesia. Bahkan, posisi penduduk tertua kedua juga berada di wilayah Madura.

"Kita bersyukur, ini perlu masuk MURI sebenarnya. Penduduk kita yang tertua tercatat ada di Bangkalan, 118 tahun," kata Teguh dalam acara Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).

1. Penduduk tertua nomor satu dan dua berasal dari Madura

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi saat memaparkan data di acara Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Teguh mengungkapkan, selain warga Bangkalan yang menjadi penduduk tertua di Indonesia, penduduk dengan usia tertua kedua juga tercatat berasal dari Madura, tepatnya Kabupaten Pamekasan.

"Yang nomor dua tercatat di Madura. Madura itu luar biasa. Ternyata penduduk usia tertua di Indonesia nomor satu dan nomor dua ada di Madura," ujarnya.

Atas temuan tersebut, Teguh mengaku berencana mengunjungi langsung penduduk berusia 118 tahun tersebut bersama jajaran Dukcapil Jawa Timur. Ia ingin mengetahui rahasia panjang umur warga tersebut.

"Suatu saat mungkin Pak Ses perlu kita undang atau kita kunjungi. Jawa Timur, tolong Bu Kadis, Bu Kabid, nanti kita coba kunjungi yang usia tertua. Saya akan dampingi nanti," kata Teguh, disambut tawa tamu undangan.

"Kita langsung mewawancarai kira-kira apa jamunya," sambungnya.

2. Jumlah penduduk Indonesia capai 290,1 juta jiwa

ilustrasi bendera Indonesia (unsplash.com/Falaq Lazuardi)

Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga memaparkan data kependudukan terbaru Indonesia. Berdasarkan data Dukcapil per 30 Juni 2026 atau Semester I 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 290.125.073 jiwa. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,8 juta jiwa dibandingkan Semester II 2025.

"Mengalami peningkatan kurang lebih 1,8 juta dibandingkan dengan semester II tahun 2025," ujar Teguh.

Dari sisi jenis kelamin, penduduk laki-laki masih lebih banyak dibandingkan perempuan. Jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 146.402.289 jiwa atau 50,48 persen, sedangkan perempuan sebanyak 143.722.784 jiwa atau 49,54 persen.

"Masih seperti yang lalu, jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Laki-laki jumlahnya dua juta lebih banyak ketimbang perempuan," tuturnya.

3. Jawa Barat catat kelahiran tertinggi, Jawa Timur kematian terbanyak

ilustrasi ibu hamil dan janin, bayi dalam kandungan (IDN Times/NRF)

Teguh juga mengungkapkan wilayah dengan angka kelahiran dan kematian tertinggi sepanjang 2026. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kelahiran tertinggi, sementara Jawa Timur mencatat angka kematian tertinggi.

"Ini lima provinsi dan kabupaten/kota dengan angka kelahiran tertinggi. Ada di Jawa Barat, ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan," kata Teguh.

Untuk tingkat kabupaten/kota, daerah dengan jumlah kelahiran tertinggi yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Surabaya, Kabupaten Bekasi, dan Tangerang.

Sementara untuk pencatatan akta kematian, lima provinsi tertinggi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta.

Adapun kabupaten/kota dengan angka kematian tertinggi yakni Kabupaten Jember, Kabupaten Bogor, Kabupaten Malang, Kota Surabaya, dan Jakarta Timur.

Sementara itu, berdasarkan paparan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan konsentrasi penduduk terbesar di Indonesia.

Persentase penduduk Pulau Jawa mencapai 55,73 persen dari total populasi nasional. Kemudian disusul Pulau Sumatera sebesar 21,92 persen, Sulawesi 7,36 persen, Kalimantan 6,22 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,57 persen, Papua 2,02 persen, serta Maluku 1,18 persen.

Adapun tiga provinsi dengan jumlah penduduk terbesar adalah Jawa Barat sebanyak 52.592.678 jiwa, Jawa Timur 42.404.003 jiwa, dan Jawa Tengah 38.748.326 jiwa.

Sedangkan provinsi dengan jumlah penduduk paling sedikit yakni Papua Barat sebanyak 597.084 jiwa, Papua Selatan 600.476 jiwa, dan Papua Barat Daya 638.647 jiwa.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article