Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inggris Kaji Rencana Gabung Bank Pertahanan Global yang Dipimpin Kanada

3 min read
Inggris Kaji Rencana Gabung Bank Pertahanan Global yang Dipimpin Kanada
potret bendera Inggris (pexels.com/Erik Mclean)
  • Pemerintah Inggris mengkaji bergabung dengan DSRB pimpinan Kanada untuk memperoleh pendanaan murah bagi belanja militer sekutu, tetapi Departemen Keuangan menegaskan belum ada keputusan akhir.
  • DSRB menargetkan dana 100 miliar euro untuk pinjaman pertahanan dan jaminan perusahaan; Inggris perlu menyetor 870 juta hingga 2 miliar pound selama tiga tahun.
  • Inggris juga menjalankan MDM bersama Belanda, Finlandia, dan Polandia, dengan komitmen 400–600 juta pound untuk alutsista serta amunisi; pemerintah menilai kedua skema dapat saling melengkapi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times  - Pemerintah Inggris tengah mengkaji rencana bergabung dengan Defence, Security and Resilience Bank (DSRB), lembaga keuangan multilateral rintisan Kanada. Kajian di bawah pimpinan Menteri Keuangan Inggris (Menkeu) John Healey per Selasa (15/9/2026) ini dilakukan guna menghimpun pendanaan berbiaya rendah bagi belanja militer negara sekutu. 

Departemen Keuangan Inggris menyatakan belum ada keputusan akhir terkait rencana partisipasi tersebut. Sebelumnya, mantan Menkeu Rachel Reeves sempat menolak usulan serupa. 

  1. 1. DSRB targetkan himpun dana 100 miliar euro

    bendera Kanada
    potret bendera Kanada (pexels.com/Bogdan Krupin)

    Lembaga yang mengadopsi model Bank Dunia ini menargetkan penghimpunan dana sebesar 100 miliar euro (setara Rp2.045,38 triliun). Dana tersebut akan disalurkan sebagai pinjaman proyek pertahanan serta jaminan bagi kontraktor dan perusahaan berskala kecil. 

    Sejumlah bank global seperti JPMorgan Chase, Commerzbank, Deutsche Bank, dan ING menyatakan kesiapan membiayai proyek ini bersama konsorsium perbankan Kanada. 

    Pejabat senior Partai Buruh menyebut keanggotaan DSRB berpeluang mendukung target belanja pertahanan Inggris hingga 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2030. 

    "Kami secara aktif mengeksplorasinya. Kami tertarik," ucap seorang pejabat pemerintah Inggris, dikutip Financial Times

  2. 2. Healey bahas kalkulasi investasi dengan Menkeu Kanada

    pound sterling
    ilustrasi pound sterling (pexels.com/Clément Proust)

    Partisipasi dalam DSRB mewajibkan Inggris menyetor modal awal antara 870 juta pound sterling (setara Rp20,70 triliun) hingga 2 miliar pound sterling (setara Rp47,52 triliun) selama tiga tahun. Besaran investasi ini menjadi pertimbangan utama Departemen Keuangan Inggris di tengah ketatnya kondisi keuangan publik dan persiapan anggaran belanja mendatang. 

    Healey dijadwalkan bertemu Menkeu Kanada François-Philippe Champagne di London pada Kamis (17/9/2026) guna membahas proposal pembiayaan tersebut. Sebelum menjabat menteri keuangan, Healey sempat mendorong keterlibatan Inggris dalam DSRB, hingga akhirnya mundur sebagai menteri pertahanan pada Juni lalu akibat sengketa anggaran. 

    Isu pendanaan ini juga dibawa dalam kunjungan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney ke Inggris. Mengutip BBC, PM Inggris Andy Burnham sedianya dijadwalkan bertemu Carney pada Rabu (16/9/2026), tetapi dibatalkan lantaran ayah Burnham meninggal dunia. 

  3. 3. Inggris pastikan skema MDM dan DSRB saling melengkapi

    bendera Inggris
    potret bendera Inggris (pexels.com/Ellie Burgin)

    Rencana partisipasi di DSRB berjalan beriringan dengan Multilateral Defence Mechanism (MDM) yang disepakati bersama Belanda, Finlandia, dan Polandia pada Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (KTT NATO) di Ankara, Turki. Melalui MDM, London berkomitmen menyetor 400 juta pound sterling (Rp9,52 triliun) hingga 600 juta pound sterling (Rp14,28 triliun) untuk pengadaan alutsista dan penimbunan amunisi. 

    Kebutuhan pembiayaan multilateral ini mengemuka seiring meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa Timur, menyusul insiden penembakan drone di Lituania serta manuver kapal Rusia di Laut Baltik. Sejumlah pejabat di London memandang kedua inisiatif pembiayaan tersebut berpotensi digabungkan, meski opsi berjalan mandiri tetap terbuka. 

    "Kami bekerja sama secara erat dengan sekutu Kanada kami untuk memastikan Multilateral Defence Mechanism dan Defence, Security and Resilience Bank dapat saling melengkapi," kata juru bicara pemerintah Inggris, dikutip The Guardian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More