Jakarta, IDN Times - TuK INDONESIA bersama organisasi masyarakat sipil (CSO) dari berbagai negara mendesak 190 lembaga keuangan memperketat pembiayaan kepada sektor yang berisiko memicu deforestasi, kerusakan gambut, dan kebakaran hutan. Seruan itu disampaikan melalui surat terbuka menjelang potensi menguatnya fenomena El Nino hingga 2027.
"El Nino tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa diminimalkan apabila sektor keuangan berhenti mendanai model bisnis yang merusak hutan. Karena itu, sektor keuangan tidak bisa diposisikan sebagai pihak yang netral dalam menghadapi krisis iklim," ujar Direktur Eksekutif TuK INDONESIA, Linda Rosalina, dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/7/2026).
