Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober 2026, El Nino Belum Berakhir

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober 2026, El Nino Belum Berakhir
Ilustrasi hujan (Unsplash.com/Alvin Leopold)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BMKG memprediksi musim hujan 2026 mulai masuk dari Indonesia bagian barat pada Oktober dan meluas ke sebagian besar wilayah pada November.
  • Peralihan menuju musim hujan pada Oktober-November diperkirakan meredakan kekeringan akibat kemarau 2026 serta dampak El Nino di Indonesia.
  • El Nino di Pasifik diproyeksikan berlangsung hingga awal 2027, tetapi dampaknya di Indonesia mereda pertengahan Oktober; curah hujan Agustus-September di bawah normal lalu kembali normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan prediksi hujan bulanan 2026 yakni Agustus, September, Oktober, dan November. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkap mulai Oktober hingga November 2026 sudah mulai masuk musim hujan dari arah barat Indonesia. 

“Untuk Oktober di situ kita melihat warna kekuningan mulai muncul lebih banyak dibandingkan bulan September, ini menandakan awal mulai masuknya musim hujan dari arah barat wilayah Indonesia,” ungkap Ardhasena dalam konferensi pers secara online melalui siaran langsung di YouTube resmi BMKG, Kamis (30/7/2026). 


1. Musim hujan diperkirakan mulai Oktober-November 2026

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober 2026
Ilustrasi tetesan hujan dikaca (pexels.com/TonyNojmanSK).

Ardhasena menjelaskan, musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada Oktober hingga November. Kondisi tersebut diharapkan dapat meredakan dampak kekeringan akibat musim kemarau 2026, sekaligus mengurangi dampak El Nino yang saat ini sedang melanda wilayah Indonesia. 

“Dan Oktober hingga November yang kemudian berlanjut ini me-relief kita dari kondisi kekeringan musim kemarau 2026, dan juga dari dampak El Nino yang saat ini sedang terjadi,” jelasnya. 

Ardhasena mengatakan, pada November, pada peta yang ditunjukkan, sebagian besar wilayah sudah berwarna kekuningan, sehingga ia menyebut sebagian besar wilayah Indonesia diproyeksikan mulai memasuki musim hujan. 

“Dari November kita lihat gambarnya di kanan bawah itu mayoritas warnanya sudah kekuningan mulai masuk musim hujan,” lanjutnya. 

2. Dampak El Nino di Indonesia selesai mulai pertengahan Oktober

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober 2026
ilustrasi kekeringan dampak El Nino (pexels.com/kevin yung)

Namun, Ardhasena menegaskan, kemarau tidak sama dengan El Nino. Menurutnya, meskipun El Nino di Pasifik masih diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, dampaknya terhadap kondisi cuaca di Indonesia akan mulai mereda pada pertengahan Oktober 2026, dan semakin berkurang pada November.

“Kemarau tidak sama dengan El Nino, ya. Jadi, El Nino-nya masih berlangsung hingga awal 2027, tetapi dampaknya di kita itu selesai mulai pertengahan Oktober lalu berlanjut November,” ungkapnya. 


3. BMKG jelaskan sifat hujan Oktober-November mulai kembali normal

BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober 2026
Salah satu sawah padi seluas 1 hektare yang gagal panen akibat mahalnya biaya mengairi sawah bila tidak terjadi hujan, Kamis (23/7/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Lebih lanjut, Ardhasena menjelaskan bagaimana sifat hujan bulanan pada Agustus hingga November. Ia menyebut, sifat hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode tersebut diperkirakan berada di bawah normal, karena masih memasuki puncak musim kemarau.

“Ini menunjukkan sifat hujan bulanannya, jadi mayoritas di Agustus dan September kita di bawah normal,” ujarnya. 

Namun, memasuki Oktober dan November, hujan mulai kembali normal di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal,” jelasnya. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More