Jakarta, IDN Times - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengingatkan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada anak tidak hanya memicu gangguan pernapasan akut, tetapi juga berisiko memengaruhi pertumbuhan paru, perkembangan kognitif, hingga pertumbuhan fisik dalam jangka panjang. Karena itu, anak yang terdampak perlu mendapatkan pemantauan kesehatan berkelanjutan meski karhutla telah berlalu.
“Diperlukan monitoring ketat jangka panjang terhadap anak yang terdampak. Dalam bahasa riset, ini adalah a large prospective cohort yang is needed dan is OUR responsibility,” kata Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp. Respi(K), dalam webinar yang digelar FKUI, Sabtu (31/10/2026).
