Jakarta, IDN Times - Dua kantor milik Kementerian Haji dan Umrah di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut rusak parah akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kantor yang rusak parah berada di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ende.
"Berdasarkan laporan dan pemantauan kami di lapangan, kantor Kemenhaj Kabupaten Manggarai dan kantor Kemenhaj Kota Ende merupakan dua titik yang mengalami dampak paling parah," ungkap Kepala Biro Umum Kementerian Haji dan Umrah, Slamet, di dalam keterangan pada Rabu (19/8/2026).
Sebelumnya berdasarkan laporan dari Kementerian Haji, di kantor Manggarai Barat terdapat banyak retakan pada bagian tembok dan pintu kaca akibat guncangan. Sedangkan di Manggarai, tembok bangunan mengalami retak di sejumlah titik.
Sementara, kondisi kerusakan di kantor Kemenhaj Kota Ende belum diperoleh informasinya. Slamet menambahkan, keberlangsungan pelayanan kepada calon jemaah haji 2027 menjadi perhatian Kemenhaj, termasuk saat terjadi kondisi darurat di daerah. Kemenhaj, kata Slamet, terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan layanan publik tetap dapat diberikan secara optimal.
"Kami memastikan layanan kepada jemaah haji tetap berlangsung. Pada saat yang sama, kami terus memantau perkembangan kondisi akibat gempa di NTT dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik sesuai situasi di lapangan," tutur dia.
