Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa NTT, Dua Kantor Kementerian Haji dan Umrah Rusak Parah
Kondisi di salah satu kantor Kementerian Haji dan Umrah di NTT yang terdampak paling parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7. (Dokumentasi Kementerian Umrah dan Haji)
  • Gempa Magnitudo 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak parah kantor Kementerian Haji dan Umrah di Manggarai dan Kota Ende.
  • Kemenhaj memantau kondisi serta berkoordinasi agar layanan calon jemaah haji 2027 tetap berjalan, dengan perubahan layanan diumumkan melalui kanal resmi.
  • Hingga 19 Agustus, BMKG mencatat 3.002 gempa susulan; BNPB melaporkan 71 orang meninggal dan 931 terluka di tujuh kabupaten Pulau Flores.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dua kantor milik Kementerian Haji dan Umrah di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut rusak parah akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kantor yang rusak parah berada di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ende.

"Berdasarkan laporan dan pemantauan kami di lapangan, kantor Kemenhaj Kabupaten Manggarai dan kantor Kemenhaj Kota Ende merupakan dua titik yang mengalami dampak paling parah," ungkap Kepala Biro Umum Kementerian Haji dan Umrah, Slamet, di dalam keterangan pada Rabu (19/8/2026).

Sebelumnya berdasarkan laporan dari Kementerian Haji, di kantor Manggarai Barat terdapat banyak retakan pada bagian tembok dan pintu kaca akibat guncangan. Sedangkan di Manggarai, tembok bangunan mengalami retak di sejumlah titik.

Sementara, kondisi kerusakan di kantor Kemenhaj Kota Ende belum diperoleh informasinya. Slamet menambahkan, keberlangsungan pelayanan kepada calon jemaah haji 2027 menjadi perhatian Kemenhaj, termasuk saat terjadi kondisi darurat di daerah. Kemenhaj, kata Slamet, terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan layanan publik tetap dapat diberikan secara optimal.

"Kami memastikan layanan kepada jemaah haji tetap berlangsung. Pada saat yang sama, kami terus memantau perkembangan kondisi akibat gempa di NTT dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik sesuai situasi di lapangan," tutur dia.

1. Kementerian Haji dan Umrah akan sampaikan bila terjadi perubahan layanan di kanal resmi Kemenhaj

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan arahan dalam agenda Pembinaan dan Pengarahan Persiapan Operasional Haji 1448 H/2027 M Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Jawa Timur. (Dok. Kemenhaj)

Lebih lanjut, Slamet mengimbau calon jemaah haji dan masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang. Ia turut mendorong masyarakat mengikuti informasi yang disampaikan lewat kanal resmi pemerintah.

Masyarakat pun, kata Slamet, diminta untuk tidak mudah memercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

"Jika terdapat perubahan atau penyesuaian layanan akibat kondisi di lapangan, informasi akan disampaikan melalui kanal resmi Kemenhaj. Kami mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dan tak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.

2. BMKG catat ada 3.002 gempa susulan hingga 19 Agustus

Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 19 Agustus 2026. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, hingga Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIB sudah ada 3.002 gempa susulan yang menggoyang Nusa Tenggara Timur (NTT). Kekuatan gempanya berkisar Magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari angka tersebut, 86 gempa susulan dirasakan oleh warga.

"Dan terdapat 25 kejadian yang memiliki Magnitudo 5 atau lebih," ujar Deputi Bidang Geofisika, Nelly Florida Riama, ketika memberikan keterangan pers virtual pada Rabu.

Dia mengatakan, alasan banyaknya gempa susulan yang terjadi sejak Sabtu lalu lantaran ini merupakan proses penyesuaian kerak bumi hingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah terjadi gempa utama yang besar.

Aktivitas gempa susulan, kata dia, masih berlangsung dan akan terus diperbarui secara rutin oleh BMKG. "Tetapi dalam 21 hingga 30 hari ke depan aktivitas kegempaan akan menurun," tutur dia.

3. Jumlah korban meninggal telah mencapai 71 jiwa

Korban di Kabupaten Ende menunjukkan kondisi rumah usai dihantam gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Dokumentasi BNPB)

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT telah mencapai 71 orang. Artinya, ada penambahan satu korban jiwa dari sebelumnya 70 orang.

"Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian, lembaga mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya  keluarga kita yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak di NTT, " ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan ketika memberikan keterangan pada hari ini.

Sementara, 931 orang tercatat mengalami luka. Para korban gempa tersebut tersebar di tujuh kabupaten di kawasan Pulau Flores.

Curated For You

Editorial Team

Related Article