Presiden Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan (BPMI Setpres/Kris)
Kamrussamad mengatakan, pengelolaan keuangan negara juga tetap dilakukan secara prudent, kredibel, dan berkelanjutan.
Defisit APBN hingga September 2026 berada pada level 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara rasio utang pemerintah terhadap PDB per Juni 2026 tercatat sebesar 41,26 persen. Menurutnya, kedua indikator tersebut masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.
Kamrussamad turut menyoroti transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut, laba bersih BUMN pada 2025 mencapai sekitar Rp325 triliun, meningkat 75 persen dibandingkan 2024. Pada 2026, laba BUMN diproyeksikan mencapai Rp360 triliun atau tumbuh sekitar 10,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain capaian ekonomi, stabilitas nasional juga disebut tetap terjaga. Kamrussamad menilai kehidupan berbangsa dan bernegara berlangsung relatif harmonis, aman, dan damai.
Hal itu, kata dia, didukung upaya pemerintah menjaga stabilitas politik, memperkuat sinergi pusat dan daerah, mendorong reformasi hukum, serta meningkatkan kapasitas pertahanan dan keamanan negara.
Meski demikian, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan. Kamrussamad menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kelancaran distribusi BBM, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian pemerintah.
"Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari proses transformasi nasional yang terus dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Kamrussamad.
Di tengah dinamika dan tantangan global, pemerintah disebut tetap berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh rakyat Indonesia.