Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hingga Februari 2026, Ada 4.755 Orang Keracunan Makan Bergizi Gratis
Pembagian MBG di SMK PGRI 1 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • FSGI mencatat 4.755 kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis hingga Februari 2026, termasuk insiden massal di Pondok Kelapa yang menimpa puluhan siswa.
  • Rata-rata korban bulanan naik 42,56 persen dibanding tahun sebelumnya, dan FSGI menilai penurunan Februari hanya karena faktor Ramadan serta libur Idul Fitri.
  • FSGI menyoroti pengabaian sistemis terhadap keselamatan siswa dan mendesak pemerintah merombak sistem pengawasan kualitas makanan agar kasus serupa tak berulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2025

Rata-rata korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat sebanyak 1.667 orang per bulan.

Januari 2026

Sebanyak 2.835 orang menjadi korban keracunan dalam program MBG menurut data FSGI.

Februari 2026

Jumlah korban keracunan MBG mencapai 1.920 orang, dengan total kumulatif dua bulan pertama tahun ini sebanyak 4.755 orang.

6 April 2026

Ketua Umum FSGI Fahriza Marta Tanjung menyampaikan pernyataan bahwa kasus keracunan berulang menunjukkan masalah pengawasan dan kualitas makanan dalam program MBG.

kini

FSGI menilai tren kenaikan kasus menunjukkan pengabaian sistemis terhadap keselamatan anak sekolah dan mendesak pemerintah merombak sistem pengawasan kualitas makanan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi kasus keracunan massal yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan total 4.755 orang terdampak selama Januari hingga Februari 2026.
  • Who?
    Korban terdiri dari siswa sekolah dasar dan menengah, sementara Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melaporkan dan menyoroti kasus ini. Pemerintah serta Badan Gizi Nasional turut disebut dalam tanggapan.
  • Where?
    Kasus terbaru terjadi di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, namun data mencakup wilayah nasional sesuai laporan FSGI.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Januari dan Februari 2026, dengan laporan terakhir disampaikan pada Senin, 6 April 2026.
  • Why?
    Penyebab utama diduga berkaitan dengan masalah pengawasan, kualitas bahan makanan, kebersihan, atau distribusi dalam pelaksanaan program MBG.
  • How?
    Ribuan siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Pemerintah diminta melakukan evaluasi besar terhadap sistem pengawasan makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang sakit perut setelah makan dari program Makan Bergizi Gratis. Katanya ada ribuan orang yang keracunan, banyak juga anak sekolah di Jakarta Timur. Mereka makan spageti lalu jadi sakit. Orang-orang dari FSGI bilang ini berbahaya dan pemerintah harus lebih hati-hati supaya makanan buat anak-anak aman dan bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun data menunjukkan banyaknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis, laporan FSGI justru mencerminkan adanya kepedulian dan pengawasan publik yang aktif terhadap keselamatan anak sekolah. Kritik dan desakan evaluasi dari para pakar menandakan komitmen untuk memperbaiki sistem pengawasan makanan agar program ini dapat berjalan lebih aman dan bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Berdasarkan data yang dihimpun Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), dalam dua bulan pertama tahun 2026, total korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 4.755 orang. Rinciannya, terdapat 2.835 korban pada Januari dan 1.920 korban pada Februari. Baru-baru ini bahkan ada keracunan massal yang menimpa 72 siswa SD dan SMA di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, usai mengonsumsi menu spageti dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang sama.

”Jika kasus keracunan terjadi berulang dan melibatkan ribuan orang, berarti ada masalah dalam pengawasan, kualitas bahan makanan, kebersihan, atau distribusinya,” kata Ketua Umum FSGI, Fahriza Marta Tanjung, dalam keterangan kepada IDN Times, Senin (6/4/2026).

1. Penurunan angka korban Februari tak bisa jadi alasan berpuas diri

Pembagian MBG di SMK PGRI 1 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia memaparkan rata-rata korban per bulan pada 2026 melonjak 42,56 persen dibandingkan tahun 2025. Jika tahun lalu rata-rata korban berada di angka 1.667 orang per bulan, tahun ini angkanya melompat ke 2.377 orang per bulan.

FSGI memperingatkan penurunan angka korban pada Februari tidak boleh dijadikan alasan untuk berpuas diri, mengingat hal itu lebih dipengaruhi oleh periode Ramadan dan libur Idul Fitri.

2. Adanya pengabaian sistemis terhadap keselamatan kesehatan anak-anak sekolah

Pembagian MBG di SMP N 3 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menyoroti adanya pengabaian sistemis terhadap keselamatan kesehatan anak-anak sekolah yang baru saja kembali masuk usai libur Idul Fitri.

”Menurut FSGI terkait kebijakan MBG, Pemerintah sering kali menggunakan angka untuk menunjukkan keberhasilan. Namun abai menganalisa saat ada kasus keracunan MBG, padahal angka keracunan justru menunjukkan masalah yang semakin serius,” ujar Retno.

Retno kembali menekankan tren kenaikan rata-rata tahunan adalah bukti adanya masalah yang belum diselesaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

3. Perlu rombak sistem pengawasan kualitas makanan

Pembagian MBG di SMP N 3 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Maka pemerintah didesak untuk tidak hanya sekadar bertanggung jawab membiayai perawatan rumah sakit, tetapi melakukan perombakan pada sistem pengawasan kualitas makanan.

“Ketika jumlahnya ribuan, itu bukan lagi kesalahan kecil, melainkan tanda bahwa evaluasi besar-besaran perlu dilakukan,” kata Retno.

Editorial Team