Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siswa di Jaktim Keracunan MBG, BGN Minta Maaf dan Tanggung Jawab

Siswa di Jaktim Keracunan MBG, BGN Minta Maaf dan Tanggung Jawab
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sebanyak 72 siswa di beberapa sekolah Jakarta Timur mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis pada Jumat, 3 April 2026.
  • BGN menyampaikan permohonan maaf dan menanggung seluruh biaya pengobatan korban, serta menghentikan operasional dapur yang terlibat dalam insiden tersebut.
  • Sebagai langkah tanggung jawab, BGN mensuspend SPPG Pondok Kelapa 2 tanpa batas waktu dan berkomitmen memperketat pengawasan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).

Sebelumnya, dilaporkan terdapat 33 siswa menjadi korban keracunan di SDN Pondok Kelapa 09. Kemudian di SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa, SDN Pondok Kelapa 07 sebanyak 31 siswa, dan di SMAN 91 sebanyak 34 orang.

1. BGN tanggung semua biaya pengobatan korban

Siswa di Jaktim Keracunan MBG, BGN Minta Maaf dan Tanggung Jawab
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)

Dalam keterangan resminya, BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait. Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).

2. BGN sudah mengambil langkah tanggung jawab

ilustrasi MBG
ilustrasi MBG (bgn.go.id)

Nanik mengatakan, BGN telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," kata Nanik.

3. Insiden keracunan terjadi pada Jumat

Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4/2026). Sebelumnya pada Kamis (2/4/2026) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait beberpaa siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg, tofu, sayuran campur, serta stroberi. Total hingga saat ini diidentifikasi sebanyak 72 orang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak segar. BGN akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More