Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pasukan Israel Disebut Segera Mundur dari Lebanon Selatan

Pasukan Israel Disebut Segera Mundur dari Lebanon Selatan
potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)
Intinya Sih
  • Pasukan Pertahanan Israel akan mundur bertahap dari Lebanon selatan sebagai bagian dari kesepakatan damai, dengan pembangunan dua zona percontohan yang diawasi Amerika Serikat.
  • Pembangunan pilot zone menjadi hasil kesepakatan Israel-Lebanon yang dimediasi AS untuk mengakhiri perang, di mana wilayah tersebut nantinya dijaga Angkatan Bersenjata Lebanon.
  • Amerika Serikat akan kirim pasukan bantu pengawasan penarikan IDF dan rencanakan negosiasi lanjutan, namun Lebanon menolak sebelum seluruh pasukan Israel benar-benar ditarik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dikabarkan akan segera mundur dari Lebanon selatan. Sebab, di sana, akan ada dua zona percontohan (pilot zone) yang akan dibangun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Israel untuk mematuhi kesepakatan damai dengan Lebanon. 

Menurut keterangan IDF kepada Times of Israel pada Kamis (9/7/2026), penarikan pasukan dari Lebanon selatan tidak bisa dilakukan serentak. Oleh karena itu, IDF menjelaskan akan menarik pasukannya secara bertahap selama beberapa hari ke depan. Namun, tidak ada linimasa pasti yang digunakan Israel untuk merampungkan penarikan pasukannya dari Lebanon selatan.

1. AS akan mengawasi penarikan pasukan IDF dari Lebanon selatan

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Penarikan pasukan IDF dari Lebanon selatan akan diawasi dan dibantu oleh Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan agar Israel dapat menarik seluruh pasukannya tanpa ancaman serangan lanjutan dari Hizbullah. Sebab, milisi itu dikhawatirkan akan melakukan serangan di tengah proses penarikan pasukan Israel. Pengawasan dari AS juga dilakukan untuk menjamin keamanan pilot zone yang akan dibangun di Lebanon selatan.

“Zona percontohan pertama akan diluncurkan dalam beberapa hari ke depan, sedangkan zona percontohan selanjutnya sedang dipetakan dan direncanakan. Kami akan segera mulai menjangkau mitra internasional untuk membantu pemerintah Lebanon secara efektif memulihkan kedaulatan di zona-zona ini dan di seluruh negara mereka secara lebih luas,” kata pejabat Komando Tengah (CENTCOM) AS anonim, seperti dilansir Arab News

2. Pembangunan pilot zone merupakan bagian dari kesepakatan Israel dan Lebanon

Bendera Israel (kanan) dan bendera Lebanon (kiri).
potret bendera Israel (kanan) dan bendera Lebanon (kiri) (commons.wikimedia.org/Danielrosehill)

Pembangunan pilot zone di Lebanon selatan sendiri merupakan bagian dari kesepakatan Israel dan Lebanon yang diraih berkat mediasi AS pada 26 Juni lalu. Kesepakatan ini diraih untuk mengakhiri perang di antara Israel dan Lebanon. Dalam kesepakatan tersebut, Israel bersedia berhenti menyerang Hizbullah di Lebanon. Selain itu, Israel juga bersedia menarik mundur seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon selatan yang akan dijadikan pilot zone.

Pilot zone sendiri merupakan area di Lebanon selatan yang sudah dibersihkan dari ancaman militer Hizbullah. Seluruh infrastruktur militer Hizbullah yang ada di sana sudah dihilangkan oleh pasukan IDF. Nantinya, pilot zone ini akan dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) untuk memastikan wilayah tersebut tidak lagi dihuni oleh milisi seperti Hizbullah. 

3. Israel dan Lebanon bakal melakukan negosiasi lanjutan

Negosiasi damai.
ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Menurut Duta Besar AS untuk Lebanon, Michel Issa, pasukan militer AS akan sampai di Lebanon selatan dalam waktu dekat. Nantinya, mereka akan langsung ditugaskan untuk membantu dan mengawasi penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan. 

Menurut Issa, AS juga sudah menjadwalkan negosiasi damai lanjutan antara Israel dan Lebanon pada pekan depan. Namun, menurut seorang pejabat dari Arab Saudi, Pemerintah Lebanon menolak rencana tersebut. Sebab, Beirut tidak ingin melakukan negosiasi apa pun dengan Tel Aviv sebelum mereka menarik mundur seluruh pasukannya dari Lebanon selatan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More