Jakarta, IDN Times – Ketua IM57+ Institute, Lakso Anindito meminta Polri membuktikan keseriusannya dalam mengusut kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait sektor batu bara hingga tuntas.
Menurutnya, rangkaian penggeledahan dan penyitaan yang telah dilakukan telah memunculkan harapan besar publik agar penyidikan tidak berhenti di tengah jalan.
"Jangan sampai publik beranggapan bahwa upaya penyidikan tidak mempunyai ujung yang jelas. Pihak kepolisian harus mampu membuktikan bahwa keseriusan ini dilakukan secara tuntas dengan dukungan dari Presiden," kata Lakso saat dihubungi IDN Times, Jumat (10/7/2026) malam.
Lakso mengatakan publik kini memantau perkembangan perkara tersebut secara serius. Berbagai upaya paksa yang dilakukan penyidik dalam beberapa hari terakhir, mulai dari penggeledahan hingga penyitaan barang bukti, dinilai telah meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap penuntasan perkara.
"Tanpa adanya penuntasan secara serius, publik akan mempertanyakan keseriusan penegak hukum dalam menindaklanjuti temuan tindak pidana korupsi. Terlebih, kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan dengan kelengkapan kewenangan melakukan berbagai upaya paksa," ucapnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU terkait pengadaan batu bara, Asabri, hingga anak perusahaan Krakatau Steel akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Bukan malam ini, tapi akan dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tersangka dalam perkara yang ditangani joint investigation Kortas dan Polda Metro Jaya," kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (10/7/2026).
Pantauan IDN Times, penyidik telah menggeledah 13 lokasi dan menyita barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang asing, emas batangan, belasan boks kontainer, serta lima koper yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang disidik.
Adapun 13 lokasi yang digeledah yaitu;
1. PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat
2. PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara
3. PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat
4. Rumah saudara MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan
5. Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan
6. Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan
7. Rumah saudara TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan
8. Kantor/Grup DMG/CP, Kuningan, Jakarta Selatan
9. PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan
10. Rumah saudara DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan
11. Rumah saudari MILDK, Apartement Pacific Place
12. Rumah Febrie Adriansyah di Sentul, Bogor
13. Sebuah ruko di Cipete, Jakarta Selatan
