Jakarta, IDN Times - Posisi Indonesia dinilai melemah dalam negosiasi Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB (COP17 CBD) di Yerevan, Armenia, pada 19–30 Oktober 2026.
Organisasi masyarakat sipil, Justice Coalition for Our Planet (JustCOP) menilai hasil negosiasi justru menunjukkan kemunduran komitmen perlindungan keanekaragaman hayati, terutama dalam pengakuan hak masyarakat adat, pendanaan konservasi, hingga upaya menghentikan deforestasi.
Kritik tersebut disampaikan JustCOP dalam media briefing "Dari Yerevan ke Jakarta: Menagih Aksi Indonesia untuk Keanekaragaman Hayati dan Hak Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal", di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
COP17 CBD itu sendiri menghasilkan kesepakatan Yerevan Pathway. Namun, tinjauan global menunjukkan dunia masih jauh dari jalur pencapaian 23 target Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) pada 2030.