Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
INFOGRAFIS: Rapor Memuaskan Layanan Haji 2026
Jemaah haji embarkasi JKB 19 tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Minggu (17/05/2026) pagi waktu Arab Saudi. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
  • Kemenhaj dan BPS merilis IKLHI 2026 dengan nilai 83,28 dalam kategori Memuaskan.
  • Metodologi IKLHI mengukur proses layanan jemaah sejak di Indonesia hingga Arab Saudi.
  • Fase Armuzna menjadi titik dengan nilai kepuasan terendah, sementara layanan konsumsi, akomodasi, ibadah, transportasi, dan petugas membaik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenhaj dan BPS mengumumkan nilai layanan haji tahun 2026. Nilainya 83,28 dan disebut Memuaskan. Mereka melihat layanan sejak jemaah di Indonesia sampai di Arab Saudi. Di Armuzna, nilai layanan lebih rendah. Kemenhaj mau memakai hasil ini untuk membuat layanan haji lebih baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengukuran IKLHI memberi gambaran layanan haji yang mencakup proses sejak jemaah berada di asrama haji hingga di Arab Saudi. Data ini juga menunjukkan kenaikan pada layanan konsumsi, akomodasi, ibadah, transportasi, dan petugas, sekaligus mencatat aspek yang masih memiliki nilai lebih rendah untuk dasar perbaikan operasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis data Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) tahun 2026, Kamis (06/08/2026) siang. Dengan menggunakan metodologi baru yang tidak hanya menilai hasil akhir (output) tetapi juga proses pelayanan sejak jemaah berada di asrama haji, Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) tahun ini mencatatkan angka 83,28 (kategori Memuaskan).

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menyebut capaian ini menjadi bukti bahwa transformasi layanan haji mulai dirasakan oleh jemaah.

"Alhamdulillah pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Selama ini banyak yang menilai penyelenggaraan haji semakin baik berdasarkan pengamatan di lapangan. Hari ini penilaian itu diperkuat oleh data kuantitatif melalui indeks kepuasan yang disusun BPS," kata Menteri Haji di BPS Pusat, Kamis (6/8/2026).

Lalu, apa saja wawasan yang diperoleh dari laporan setebal 30 halaman tersebut? Berikut IDN Times uraikan buat kamu.

1. Dari IKJHI menjadi IKLHI

Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia 1447 H / 2026 M (Data: BPS dan Kemenhaj RI, Infografis: IDN Times/Yogie Fadila)

Pengukuran tahun ini diklaim BPS sebagai penyempurnaan metodologi dari Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) menjadi IKLHI yang akan digunakan secara berkelanjutan mulai 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Untuk pertama kalinya, kepuasan jemaah haji tidak hanya diukur dari apa yang mereka terima, tetapi juga dari bagaimana layanan itu diberikan. Perbedaan lainnya, jika IKJHI hnya mengukur layanan di Arab Saudi, sedangkan IKLHI mengukur layanan terhadap jemaah sejak dari Indonesia dan di Arab Saudi.

Pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi metode Paper Assisted Personal Interview (PAPI) dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) dengan mekanisme self-enumeration atau pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden.

2. Layanan di dalam negeri unggul tipis atas luar negeri

Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia 1447 H / 2026 M (Data: BPS dan Kemenhaj RI, Infografis: IDN Times/Yogie Fadila)

IKLHI Tahun 2026 secara keseluruhan sebesar 83,28 persen. Nilai tersebut merupakan gabungan dari Indeks Kepuasan Layanan Haji Luar Negeri sebesar 82,71 persen dan Indeks Kepuasan Layanan Haji Dalam Negeri sebesar 83,85 persen.

3. Kepuasan menurun saat mendekati puncak ibadah haji

Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia 1447 H / 2026 M (Data: BPS dan Kemenhaj RI, Infografis: IDN Times/Yogie Fadila)

Berdasarkan titik amatan, layanan di bandara memperoleh nilai kepuasan tertinggi sebesar 84,76 persen. Angka ini mengungguli titik-titik amatan, seperti Daker Makkah (82,59) dan Daker Madinah (82,53). Satu-satunya titik berkategori cukup memuaskan adalah fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna (79,70). Fase puncak ibadah ini masih menjadi titik terlemah dalam penyelenggaraan haji. "Kita tahu Mina menjadi salah satu titik kelemahan kita dalam pelayanan kemarin,” kata Irfan di Lapangan Makodau I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (04/07/2026).

4. Apa yang paling dikeluhkan jemaah di Armuzna

Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia 1447 H / 2026 M (Data: BPS dan Kemenhaj RI, Infografis: IDN Times/Yogie Fadila)

Terdapat lima indikator dengan nilai terendah pada fase puncak ibadah, yakni: fasilitas tenda: air, AC, kasur, toilet memperoleh nilai 71,65. Waktu tunggu sebelum bus berangkat (72,38), dan Kelancaran bus dari Muzdalifah ke Mina (74,66).

Sementara kesesuaian cita rasa makanan dengan selera Indonesia dinilai 75,50, serta Layanan akomodasi tenda (indeks keseluruhan) memperoleh nilai 75,68.

Menariknya, di fase yang sama jemaah memberi nilai 90,56 untuk perlengkapan keselamatan di dalam bus dan 86,29 untuk kesesuaian jumlah konsumsi.

5. Semua jenis layanan meningkat

Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia 1447 H / 2026 M (Data: BPS dan Kemenhaj RI, Infografis: IDN Times/Yogie Fadila)

Contohnya, layanan Konsumsi yang naik 2,52 poin. IDN Times sempat mewawancarai Waluyo, jemaah asal Probolinggo yang mengatakan: "Alhamdulillah, luar biasa makannya, melimpah sekali," saat ditemui di Jeddah Juni lalu.

Kisah serupa datang dari Nanang Samsul Wafi (51), jemaah haji yang berangkat bersama sang istri. Ia menyebut layanan haji kali ini benar-benar melebihi ekspektasinya.

Layanan akomodasi naik 1,39 poin, lalu diikuti layanan ibadah (naik 1,04), transportasi (naik 0,79) dan petugas (0,52). Sementara layanan kesehatan--yang baru diukur tahun ini--meraih 81,94 poin.

6. Layanan dalam negeri berdasarakan embarkasi

Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia 1447 H / 2026 M (Data: BPS dan Kemenhaj RI, Infografis: IDN Times/Yogie Fadila)

Tiga embarkasi yang berhasil menembus kategori Sangat Memuaskan, dipimpin oleh Embarkasi Lombok (LOP) dengan skor tertinggi 87,80, disusul oleh Yogyakarta (YIA) sebesar 87,18, dan Palembang (PLM) sebesar 86,65.

Di sisi lain, Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) mencatatkan skor terendah nasional sebesar 81,61, diikuti oleh Balikpapan (BPN) dengan skor 81,79.

Di dalam negeri, layanan transportasi bus menuju bandara memperoleh nilai tertinggi — 85,67, satu-satunya kelompok layanan dalam negeri berkategori sangat memuaskan. Nilai terendah ada pada layanan administrasi, 82,74.

Kemenhaj menegaskan bahwa pencapaian data kuantitatif dari BPS ini akan dijadikan landasan utama untuk mendesain perbaikan operasional di masa mendatang

"Hasil ini menjadi modal kami untuk terus berbenah. Tantangan kami bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi meningkatkannya. Prinsip kami sederhana, hari ini harus lebih baik daripada kemarin," ujar Mochamad Irfan Yusuf.

Editorial Team

Related Article