Jakarta, IDN Times - Eks Kapolri Listyo Sigit tidak hanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, ormas, LSM hingga pengusaha.
Mantan Wakapolri, Oegroseno mengungkap, Listyo diduga juga menyadap telepon jenderal-jenderal di Mabes Polri.
Dugaan itu ia dapat setelah ia menghubungi beberapa juniornya di Mabes Polri yang berpangkat Komisaris Jendral Polisi (Komjen). Oegro saat itu menghubungi karena hendak menghadiri Hari Juang Polri pada 21 Agustus 2026.
Peringatan Hari Juang Polri saat itu dipusatkan secara utama di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, yang dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit.
“Saya beberapa waktu sebelum tanggal 21 itu kan saya sering komunikasi dengan para junior saya kan? Nah, salah satu junior bintang tiga dekati saya, ‘Mohon izin, Om, kami selama ini tidak bisa membalas WA, HP, Jenderal, karena kami semua dipantau HP kami oleh Kapolri’,” kata Oegro kepada IDN Times, Rabu (24/11/2026).
Oegro pun sempat bertanya kepada Komjen tersebut terkait tujuan Sigit menyadap handphone anak buahnya. Sebab, ia menegaskan, tak ada unsur permufakatan jahat antara dirinya dengan jenderal-jenderal aktif di Mabes Polri.
“ Kita kan enggak ada unsur-unsur permufakatan jahat mau melakuin apa-apa terhadap Kapolri, terhadap negara, terhadap bangsa kan enggak ada, enggak usah takut. Tapi ya mungkin orang kan berbeda-beda, saya tidak bisa menyamakan sama diri saya,” kata dia.