Presiden Korea Selatan Tanggapi Kritik perihal Sering ke Luar Negeri

- Presiden Korsel Lee Jae Myung membantah kunjungan luar negerinya sebagai pelesiran, menyebut agenda diplomatik padat, persiapan panjang, dan kondisi fisik yang kerap terkuras.
- Kementerian Luar Negeri Korsel membela lawatan Lee sebagai diplomasi tingkat tinggi untuk kepentingan nasional, termasuk interaksi dengan pemimpin negara, masyarakat lokal, dan pertukaran budaya.
- Partai oposisi PPP mengecam peribahasa yang dikutip Lee karena dinilai meremehkan kritik warga, serta menyoroti sejumlah perjalanan presiden bersama istrinya.
Jakarta, IDN Times  -  Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menanggapi kritik terkait frekuensinya melakukan kunjungan luar negeri. Melalui unggahan di X pada Sabtu (31/10/2026) pagi, Lee mengutip sebuah peribahasa Korea yang menyiratkan bahwa seseorang hanya bisa melihat sejauh pengetahuannya.
Pernyataan tersebut menuai kecaman dari sejumlah politikus oposisi yang menilai Lee meremehkan kritik masyarakat. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Korsel (MOFA) membela aktivitas diplomatik sang Presiden selama lawatan ke berbagai negara.
1. Presiden Korsel sebut kunjungan luar negeri bukan untuk pelesiran
Lee mengutip tulisan seorang pendukung di X yang membantah kritik terhadap frekuensi kunjungan luar negerinya. Pendukung tersebut mempertanyakan anggapan bahwa perjalanan presiden ke negara lain hanya bertujuan berwisata, padahal kegiatan itu juga mencakup urusan diplomatik dengan para pemimpin negara lain.
Lee lantas menerangkan padatnya agenda selama kunjungan-kunjungan tersebut. Ia menyebut perjalanan kenegaraan butuh persiapan yang panjang, penerbangan yang melelahkan, serta jadwal resmi yang padat hingga tidak menyediakan waktu luang. Ia juga menyebut padatnya pekerjaan selama kunjungan luar negeri membuatnya kerap membutuhkan infus dan mengalami mimisan.Â
Lee mengakhiri unggahannya dengan mengutip peribahasa, "Mata Buddha hanya melihat Buddha, sedangkan mata babi hanya melihat babi." Ia menambahkan bahwa seseorang hanya bisa melihat sejauh pengetahuannya dan berharap masyarakat dapat memahami hal tersebut.
Dilansir Korea JoongAng Daily, peribahasa di atas secara umum dikaitkan dengan Raja Taejo, yang memerintah pada 1392 — 1398. Ungkapan itu menggambarkan seseorang yang hanya mampu memandang sesuatu berdasarkan sudut pandangnya sendiri tanpa melihat gambaran yang lebih luas.
2. Kementerian Luar Negeri Korsel bela kunjungan Lee

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (commons.wikimedia.org/Cabinet Public Affairs Office) MOFA membela kunjungan luar negeri Lee lewat pernyataan yang dirilis pada Sabtu malam. Kementerian menilai tidak tepat apabila makna penting perjalanan presiden diremehkan hanya dengan menyoroti beberapa kegiatan interaksi personal dan pertukaran budaya tanpa mempertimbangkan keseluruhan agenda serta hasil diplomasi tingkat tinggi.
Menurut MOFA, diplomasi tingkat tinggi merupakan kegiatan penting ketika presiden berinteraksi langsung dengan pemimpin negara-negara besar untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan kepentingan nasional dan masa depan Korsel.Â
Kementerian juga menjelaskan sejumlah kegiatan Lee selama kunjungan luar negeri. Aktivitas bermain drum bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan menghadiri acara industri film di Prancis disebut sebagai bentuk kegiatan untuk mempererat hubungan antarpemimpin. Sementara itu, pertemuan Lee dengan penggemar K-pop lokal dan artis Korsel di Meksiko dinilai sebagai bagian dari diplomasi lewat komunikasi langsung dan pertukaran budaya dengan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung Lac juga membela frekuensi kunjungan Lee yang turut dihadiri istrinya. Ia mengatakan sejumlah perjalanan tersebut bertepatan dengan pertemuan multilateral yang diselenggarakan berbagai organisasi internasional. Kehadiran ibu negara dalam pertemuan semacam itu juga disebut sebagai praktik lazim.
3. Para politikus oposisi kecam pernyataan Lee

ilustrasi babi (unsplash.com/Kenneth Schipper) Partai oposisi utama, Partai Kekuatan Rakyat (PPP), mengecam pernyataan Lee. Ketua PPP Jang Dong Hyeok mempertanyakan apakah seluruh warga yang mengkritik presiden dianggap seperti babi.
"Apakah semua warga yang mengkritik Anda terlihat seperti babi?" tulis Jang melalui unggahan Facebook pada Minggu (1/11). Ia juga meminta Lee menahan diri dalam menanggapi kritik masyarakat.
Jang turut menyinggung kunjungan Lee ke Manhattan, New York, ketika seorang tentara kehilangan pergelangan kakinya, serta perjalanan presiden bersama istrinya ke Meksiko untuk menghadiri konser K-pop.
Juru bicara PPP Cho Yong Sool juga menilai Lee telah meremehkan kekhawatiran masyarakat dan menunjukkan arogansi dengan membandingkan warga dengan babi. Ia bahkan menyebut Lee sebagai "babi itu sendiri". Kritik serupa disampaikan anggota parlemen PPP tiga periode, Sung Il Jong. Ia mengutip peribahasa Korea lain yang menyebut babi dan kucing pun mengenali serta mengikuti orang yang memberi mereka makan.























