Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kadis Damkar DKI: Petugas Gugur Hanya Ditugaskan Monitor Sumber Air
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara di Balai Kota, Senin (3/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Petugas Damkar DKI Andriyono meninggal saat bertugas sebagai komandan regu, dengan peran memantau ketersediaan dan tekanan sumber air, bukan memadamkan api di garis depan.
  • Penugasan Andriyono disesuaikan dengan riwayat penyakit jantung sejak Desember 2025 dan pemasangan ring pada Februari 2026, sehingga ia ditempatkan pada tugas berisiko lebih rendah.
  • Saat mencari sumber air dalam operasi kebakaran Sabtu, Andriyono mengeluhkan nyeri dada ketika menyambungkan selang; setelah pertolongan dan resusitasi, ia dinyatakan meninggal pukul 13.30 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Desember 2025

Andriyono mulai mengalami riwayat penyakit jantung.

Februari 2026

Andriyono menjalani pemasangan ring jantung.

Sabtu (1/8/2026)

Kebakaran dilaporkan pada pukul 07.02 WIB dan 10 unit mobil pemadam serta 50 personel dikerahkan. Saat mencari sumber air dan menyambungkan selang, Andriyono mengeluhkan nyeri dada lalu dievakuasi ke RS Harapan Bunda. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB setelah sempat mendapat RJP.

Senin (3/8/2026)

Kadis Gulkarmat DKI Bayu Meghantara menyatakan Andriyono hanya ditugaskan memantau ketersediaan dan tekanan sumber air, bukan memadamkan api langsung. Penugasan tersebut disesuaikan dengan kondisi medisnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Petugas Damkar DKI Jakarta, Andriyono, meninggal dunia setelah mengeluhkan nyeri dada saat bertugas memantau dan mencari sumber air untuk operasi pemadaman kebakaran.
  • Who?
    Andriyono, komandan regu Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, meninggal dunia. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menyampaikan keterangan mengenai penugasannya.
  • Where?
    Andriyono dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Bayu Meghantara menyampaikan keterangan di Balai Kota Jakarta.
  • When?
    Kebakaran dilaporkan pukul 07.02 WIB pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Andriyono dinyatakan meninggal dunia pukul 13.30 WIB. Keterangan disampaikan Senin, 3 Agustus 2026.
  • Why?
    Andriyono memiliki riwayat penyakit jantung sejak Desember 2025 dan menjalani pemasangan ring jantung pada Februari 2026. Ia mengeluhkan nyeri dada saat menyambungkan selang.
  • How?
    Andriyono ditugaskan memantau kecukupan sumber dan tekanan air melalui HT. Setelah nyeri dada, rekan kerja memberi pertolongan pertama, meminta bantuan medis, dan mengevakuasinya; tim medis melakukan RJP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Petugas damkar bernama Andriyono meninggal saat bekerja. Ia tidak memadamkan api dekat api. Ia hanya melihat air untuk teman-temannya. Andriyono punya sakit jantung dan pernah pasang ring jantung. Saat menyambung selang, dadanya sakit. Temannya menolong dan membawanya ke rumah sakit, tetapi ia meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penugasan Andriyono yang disesuaikan dengan kondisi medisnya menunjukkan perhatian terhadap keselamatan personel, dengan peran pemantauan pasokan dan tekanan air yang tidak menempatkannya di garis depan kebakaran. Ketika ia mengalami nyeri dada, rekan kerja dan tim medis juga segera memberikan pertolongan serta melakukan evakuasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan, petugas Damkar DKI Jakarta, Andriyono, yang meninggal dunia saat bertugas sebagai komandan regu (Danru), tidak ditugaskan memadamkan api secara langsung.

Bayu mengatakan, tugas Andriyono saat itu adalah memantau ketersediaan sumber air dan memastikan pasokan air bagi petugas yang berada di garis depan tetap mencukupi.

"Dia memonitor anggota yang terkait dengan kesiapan sumber air karena bagaimanapun sumber air menjadi pasokan utama kami. Penugasannya hanya memonitor sumber air, tidak langsung menghadapi situasi kebakaran," ujar dia di Balai Kota, Senin (3/8/2026).

1. Andriyono punya riwayat jantung

Petugas Damkar DKI Andriyono meninggal saat bertugas/ Instagram @damkardki

Dia mengatakan, Andriyono memiliki riwayat penyakit jantung sejak Desember 2025. Andriyono kemudian menjalani pemasangan ring jantung pada Februari 2026.

"Dia merasakannya di Desember tahun 2025 dan Februari 2026 itu pasang ring. Makanya saat ini kondisinya sudah cukup baik, maka penugasannya kami tugaskan untuk memonitor terkait sumber air. Dia tugasnya hanya itu, jadi kami tidak tugaskan dia di situasi penyerangan," kata Bayu.

2. Penugasan hanya monitor air

Kebakaran Binus University. (Dok. Damkar DKI)

Dia mengatakan, penugasan Andriyono sebenarnya sudah disesuaikan dengan kondisi medisnya. Oleh karena itu, Andriyono ditempatkan pada tugas yang dinilai memiliki risiko lebih rendah dibandingkan petugas yang berada di titik pemadaman.

"Contohnya Pak Andriyono itu sebenarnya sudah terpetakan. Jadi tentu penugasannya penugasan yang simpel. Hanya memonitor kecukupan sumber air menggunakan HT dan memastikan tekanan air mencukupi. Jadi tidak langsung berhadapan dengan situasi kebakaran," kata Bayu.

3. Korban sempat nyeri di dada

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto menyaksikan penyerahan santunan dari Taspen di Balai Kota, Senin (3/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Dia mengatakan, insiden kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 07.02 WIB, Sabtu (1/8/2026). Dinas Gulkarmat kemudian mengerahkan 10 unit mobil pemadam beserta 50 personel ke lokasi.

Bayu menjelaskan, Andriyono saat itu bertugas mencari sumber air untuk mendukung operasi pemadaman dan tidak berada di titik penyerangan api.

"Ketika menyambungkan selang, korban tiba-tiba mengeluhkan nyeri dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis," kata dia.

Bayu mengatakan, rekan korban segera memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasinya ke Rumah Sakit Harapan Bunda.

"Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung paru (RJP), namun Andriyono dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB," ujar Bayu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article