Celios Kritik URI: Mahasiswa Sulit Bayar UKT, Please Hentikan Pemborosan Ini

Jakarta, IDN Times - Center of Economic and Law Studies (Celios) mengkritik Presiden Prabowo Subianto yang telah membuat Universitas Republik Indonesia (URI). Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Wahyudi Askar, merasa heran dengan adanya URI.
"Pak Presiden, siapa yang punya ide bikin kampus baru? Ada kajiannya?" tulis Media Askar melalui akun Instagram-nya, Jumat (24/7/2026). IDN Times telah meminta izin untuk mengutip pernyataan tersebut.
Media Askar mengatakan, Indonesia saat ini memiliki 4.303 perguruan tinggi. Menurutnya, jumlah tersebut terlalu banyak.
"Ya Rabbi, Indonesia sudah punya 4.303 perguruan tinggi untuk 285 juta penduduk (1 kampus: 66 ribu penduduk. Kita udah kebanyakan kampus," ucap dia.
"Bahkan lebih padat dibandingkan Jepang (1:153 ribu, Australia (1:159 ribu), Inggris (1:418 ribu)," sambungnya.
1. Indonesia masih kurang tenaga pengajar hingga beasiswa

Media Askar mengatakan, kampus Indonesia masih kurang tenaga pengajar, laboratorium, riset hingga beasiswa. Bahkan masih ada kampus yang kekurangan mahasiswa.
"Ayolah, please hentikan pemborosan anggaran ini," kata dia.
Selain itu, Media Askar juga menyoroti pemerintah masih memiliki utang Rp5,7 triliun untuk tunjangan dosen PNS. Tunjangan tersebut belum dibayarkan.
"Mahasiswa sulit bayar UKT. Anggaran beasiswa per tahun hanya Rp15 triliun (12 hari MBG). Dana riset hanya 0,2 persen dari PDB," ucap dia.
2. Apa itu URI?

Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul, yang diproyeksikan menjadi pemimpin Indonesia pada masa mendatang. Lembaga baru ini hadir dengan konsep yang mengintegrasikan pendidikan, pembinaan karakter, hingga pengembangan kepemimpinan dalam satu ekosistem.
Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan, yang baru saja dilantik pada Rabu (22/7/2026), menjelaskan pembentukan URI menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menyatukan berbagai program pengembangan talenta nasional, mulai dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi, termasuk pendidikan aparatur negara dan BUMN.
"Jadi seperti tadi telah kita saksikan Bapak Presiden telah melantik saya dan Wakil Gubernur URI, Profesor Yos Sunitiyoso dalam satu paket untuk, tujuannya apa? Jadi mungkin perlu saya sampaikan karena ini lembaga baru, mungkin pada belum dengar. Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan. Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," ujar Donny di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut Donny, URI juga nantinya memiliki nama lain yakni Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK). Melalui lembaga tersebut, pemerintah akan mengelola sejumlah institusi pendidikan strategis untuk membentuk calon pemimpin nasional dengan kemampuan akademik, manajerial, dan karakter kebangsaan yang kuat.
"Jadi kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia. Kemudian yang berikutnya yang ketiga adalah mengintegrasikan juga adalah Lembaga Administrasi Negara. Ini semua terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," ucap dia.
3. URI yang memiliki nama lain BPPK membawahi 3 institusi

Donny menerangkan, di bawah BPPK akan terdapat tiga institusi utama, yakni Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN). Peran LAN juga diperluas, tidak hanya membina aparatur sipil negara, tetapi ikut menyiapkan sumber daya manusia di lingkungan BUMN.
"Jadi nanti di bawah Gubernur URI atau juga dinamakan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, ini nanti akan ada tiga institusi: yang pertama adalah Badan Pengelola Sekolah Unggulan, yang kedua adalah Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah Lembaga Administrasi Negara. Nah, Lembaga Administrasi Negara ini yang ada, sudah ada saat ini akan diintegrasikan tapi akan ditambahkan tugas dan fungsinya. Akan diperkuat. Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," kata dia.
Donny mengungkapkan, konsep URI sebenarnya mulai dijalankan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Program tersebut saat ini membina ratusan pegawai baru BUMN sebagai angkatan pertama yang mengikuti pendidikan kepemimpinan dan pembentukan karakter.
"Dan saat ini yang sedang kami lakukan, ini kami juga sudah melaksanakan program ini. Kalau rekan-rekan media mendengar dua bulan yang lalu itu saya juga sudah membuka namanya P3MD, Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan. Jadi kami melatih, membina, saat ini adalah 399 orang pegawai baru dari BUMN sedang kami latih, sedang kami bina untuk menjadi seorang karyawan yang punya hati yang mulia dan punya pikiran otak yang cerdas untuk memajukan bangsa kita ini," ujar Donny.
















