Jakarta, IDN Times – Yayasan Madani Berkelanjutan menyelenggarakan diskusi umum terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, dengan mengusung tema “Sudah Jatuh, Tertimpa Asap”, yang diselenggarakan via daring, Kamis (10/9/2026).
Executive Director Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad, menyampaikan El Nino memang dapat menjadi pemantik yang memperparah kebakaran. Namun, besarnya dampak karhutla berkaitan dengan perubahan ekosistem dan tata kelola lahan yang membuat kawasan lebih rentan terbakar.
“Emang El Nino itu adalah pemantik. Tapi bahan bakarnya ini diciptakan oleh kebijakan, tata kelola, perizinan, dan lain-lain, yang tidak siap sedia untuk bisa siaga,” ujar Nadia.
Berdasarkan analisis yang dipaparkan, Nadia juga menyebutkan, lebih dari 50 persen lahan yang terbakar berada di wilayah perizinan dan konsesi.
