Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan secara maraton selama empat hari di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
"Sejak Selasa (11/11/2025) hingga jumat (14/11/2025), tim penyidik melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, Dinas Pekerjaan Umum, RSUD Ponorogo, rumah dinas Bupati, rumah dinas Sekda, rumah pribadi SUG, YUM, SUC, dan sejumlah lokasi lainnya," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pada Sabtu (15/11/2025).
Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah bukti, di antaranya berupa barang elektronik soal penganggaran maupun proyek. Selain itu, KPK menyita sejumlah barang mewah dari rumah Direktur RSUD Dr. Harjono, Yunus Mahatma. Aset yang disita adalah sejumlah aset bergerak, seperti sejumlah jam tangan mewah, 24 sepeda, serta mobil Jeep Rubicon, dan BMW.
"Selanjutnya, penyidik akan mengekstrak dan mempelajari setiap dokumen dan BBE (barang bukti elektronik) yang disita untuk mendukung proses penyidikan ini," kata Budi.
Sugiri Sancoko terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (7/11/2025). Dari OTT tersebut, KPK menetapkan lima tersangka.
Mereka adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Ponorogo Agus Pramono Direktur RSUD Dr. Harjono, Yunus Mahatma, dan Sucipto selaku pihak swasta rekanan RSUD.
Sugiri Sancoko dijerat dengan tiga kasus korupsi berbeda yakni gratifikasi, suap jual beli jabatan, suap proyek pembangunan RSUD, dan gratifikasi. Total uang yang diterima Sugiri diduga mencapai Rp2,6 miliar.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kasus Bupati Ponorogo: KPK Sita 24 Sepeda, Jam Mewah, Rubicon, Hingga BMW

Penyidik KPK sita 25 sepeda mewah dari rumah dr. Yunus Mahatma dirut RSUD dokter Harjono Pomorgo tersangka suap dan gratifikasi bupati Sugiri Sancoko. IDN Times/Riyanto.
Editorial Team
EditorSatria Permana
Related Article
Syarat dan Cara Kerja LPS Jamin Simpanan Nasabah hingga Rp2 Miliar15 Agu 2026, 10:02 WIB
Gempa M7,7, Warga Selayar Sempat Evakuasi ke Tempat Tinggi15 Agu 2026, 10:00 WIB
Mobil Warga Kena Flare, TNI AU Siap Tanggung Semua Biaya Perbaikan15 Agu 2026, 09:55 WIB
Silaturahmi di Makassar, Gus Kikin Ungkap Kesiapannya Maju Caketum NU15 Agu 2026, 09:53 WIB
KPAD Labura Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pelecehan oleh Guru di Labura15 Agu 2026, 09:46 WIB
Prakiraan Cuaca BMKG di Bali 15 Agustus, Cerah15 Agu 2026, 09:36 WIB
BNPB Imbau Warga Tak Masuk Bangunan dan Jauhi Pantai Usai Gempa NTT M 7,7 15 Agu 2026, 09:35 WIB
Target Perda BPRS Rampung, DPRD Bandung Dorong Transformasi Perseroda15 Agu 2026, 09:28 WIB
Tim SAR Evakuasi 3 Orang Korban Gempa NTT ke RSUD T.C Hillers Maumere15 Agu 2026, 09:16 WIB
Kapal Tenggelam di Danau Kariba Zimbabwe, 44 Orang Tewas15 Agu 2026, 09:10 WIB
Ibu dan Bayi Meninggal Berpelukan saat Gempa Magnitudo 7,7 di NTT15 Agu 2026, 09:09 WIB
Harga Emas Antam dan Perhiasan Lampung 15 Agustus 2026, Level Tinggi15 Agu 2026, 09:01 WIB
Capybara Viral Sekarang Ada di Solo Safari, Sudah Kenal Dion dan Zayn?15 Agu 2026, 09:00 WIB
Gempa M 7,7 di NTT: 2 Orang Meninggal dan 1 Terluka di Kabupaten Sikka15 Agu 2026, 08:54 WIB
BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa Flores15 Agu 2026, 08:53 WIB
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, 2 Orang Meninggal Dunia15 Agu 2026, 08:42 WIB
398 PNS Pemprov Sulsel Terima Satyalencana, Ada yang Mengabdi 30 Tahun15 Agu 2026, 08:41 WIB
Polda DIY Tetapkan 3 Tersangka Kasus Pembubaran Jemaat GMS di Bantul 15 Agu 2026, 08:40 WIB
Semarak Festival Bazar Kemendagri 2026, Perkuat Edukasi dan Kepedulian15 Agu 2026, 08:37 WIB
Gempa Magnitudo 7,7 di Flores Berpotensi Tsunami, Status Siaga15 Agu 2026, 08:31 WIB