Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemen PPPA Klaim Perkawinan Anak Turun 1,34 Persen
Konferensi pers Kementerian PPPA di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/ Lia Hutasoit
  • Kemen PPPA mengklaim persentase perkawinan anak dan pekerja anak mengalami penurunan.

  • Indeks pemenuhan serta perlindungan khusus anak diklaim meningkat pada 2025.

  • Kolaborasi di sejumlah daerah membantu 160 anak kembali bersekolah dan menjangkau anak yang berisiko menjadi pekerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

Indeks pemenuhan anak tercatat 68,87. Data ini menjadi pembanding untuk angka yang disampaikan pada 2025.

2025

Indeks pemenuhan anak diklaim naik menjadi 70,19. Indeks perlindungan khusus anak juga diklaim meningkat dari 80,32 menjadi 81,98.

Selasa (27/10/2026)

Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan klaim mengenai penurunan perkawinan anak dan pekerja anak dalam konferensi pers di Gedung KemenPPPA, Jakarta.

kini

Persentase pekerja anak diklaim turun dari 2,17 persen menjadi 1,80 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemen PPPA menyampaikan klaim persentase perkawinan anak turun menjadi 4,56 persen dan pekerja anak menjadi 1,80 persen.
  • Who?
    Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan klaim tersebut atas nama Kemen PPPA.
  • Where?
    Klaim disampaikan di Gedung KemenPPPA, Jakarta. Program bantuan anak dilakukan di Lombok Utara, Lombok Timur, dan Jember.
  • When?
    Klaim disampaikan pada Selasa (27/10/2026). Indeks yang disebut membandingkan data 2024 dan 2025.
  • Why?
    Kemen PPPA ingin semakin banyak anak tumbuh sehat, bersekolah, hidup aman, dan memiliki kesempatan meraih cita-citanya.
  • How?
    Kemen PPPA bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu anak yang terpaksa bekerja dan melakukan pencegahan terhadap risiko pekerja anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemen PPPA bilang lebih sedikit anak yang menikah terlalu dini dan bekerja. Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan kabar ini di Jakarta. Di tiga daerah, Kemen PPPA membantu 160 anak kembali bersekolah. Ada juga 1.379 anak yang berisiko bekerja dijangkau lewat pencegahan. Kemen PPPA akan terus membantu anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penurunan persentase perkawinan anak dan pekerja anak menunjukkan lebih banyak anak memiliki peluang untuk bersekolah serta mempersiapkan masa depan. Kembalinya 160 anak ke sekolah juga menjadi perubahan berarti, sementara peningkatan indeks pemenuhan dan perlindungan anak memperlihatkan adanya capaian dalam upaya memenuhi hak anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyampaikan klaim persentase perkawinan anak turun dari 5,90 persen menjadi 4,56 persen atau turun sekitar 1,34 persen. Selain itu kini persentase pekerja anak juga diklaim turun dari 2,17 persen menjadi 1,80 persen.

Klaim itu disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam konferensi pers "Dua Tahun Gerak Bersama untuk Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045" di Gedung KemenPPPA, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

"Ini perkembangan yang baik, karena semakin sedikit anak yang menikah terlalu dini atau harus bekerja, semakin besar kemungkinan mereka kesempatan untuk bersekolah dan mempersiapkan masa depannya," kata dia, Selasa.

1. Indeks pemenuhan dan perlindungan anak naik

Konferensi pers Kementerian PPPA di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/ Lia Hutasoit

Dia menyampaikan klaim indeks pemenuhan anak naik dari 68,87 pada 2024 menjadi 70,19 pada 2025. Indeks perlindungan khusus anak juga diklaim naik dari 80,32 menjadi 81,98.

"Setiap anak berhak tumbuh dengan sehat, mendapatkan pendidikan, hidup dengan aman dan terlindungi dari kekerasan," ujar dia.

2. Ada 160 anak kembali bersekolah

Konferensi pers Kementerian PPPA di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/ Lia Hutasoit

Di Lombok Utara, Lombok Timur, dan Jember, Kemen PPPA bekerja sama dengan berbagai pihak membantu anak-anak yang terpaksa bekerja. Hasilnya, 160 anak kembali bersekolah dan 1.379 anak berisiko menjadi pekerja anak dijangkau lewat pencegahan.

"Dibandingkan dengan jumlah anak Indonesia yang membutuhkan perhatian, tetapi bagi 160 anak itu kembali bersekolah merupakan perubahan yang sangat berarti," kata dia.

3. Semakin banyak anak dapat haknya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. (Dok. KemenPPPA)

Dia menyebut Kemen PPPA akan terus bekerja sama menangani persoalan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, kekerasan, perkawinan usia anak, dan pekerja anak.

"Kami ingin semakin banyak anak bisa tumbuh dengan sehat, bersekolah, hidup dengan aman dan memiliki kesempatan untuk meraih cita-citanya," ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article