Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Minta BRIN Riset soal Penanganan Karhutla

4 min read
Prabowo Minta BRIN Riset soal Penanganan Karhutla
Kepala BRIN, Arif Satria (IDN Times/Istimewa)
  • Prabowo meminta BRIN memperkuat riset untuk menangani karhutla dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

  • BRIN berkolaborasi dalam OMC, mengembangkan model perambatan api, serta memperkuat kemampuan prediksi kebakaran.

  • BRIN memanfaatkan citra satelit dan menyiapkan teknologi pemadaman api berbasis singkong.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat penelitian untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Riset tersebut diharapkan mampu mendukung penanganan kebakaran dalam jangka pendek sekaligus meningkatkan kemampuan prediksi dan pencegahan dalam jangka menengah hingga panjang.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan Prabowo terus memantau perkembangan karhutla dan menekankan pentingnya pemanfaatan hasil penelitian untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Bapak Presiden terus memantau perkembangan karhutla dan menekankan pentingnya hasil riset untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang,” ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Untuk penanganan jangka pendek, BRIN berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara. Kerja sama tersebut difokuskan pada pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi karhutla.

“Saat ini, BRIN telah membantu penanganan karhutla dalam jangka pendek melalui kolaborasi dengan BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara, khususnya terkait operasi modifikasi cuaca (OMC),” ucap dia.

Arif menjelaskan, tim BRIN juga terlibat dalam penggunaan dry ice untuk mendukung pelaksanaan OMC. Upaya tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah dan diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan guna mendukung penanganan kebakaran.

“Kegiatan ini sudah berlangsung. Alhamdulillah, tim kami juga terus terlibat dalam operasi penggunaan dry ice yang mendukung pelaksanaan OMC. Sejumlah wilayah pun sudah mengalami hujan. Ini merupakan berkah yang patut kita syukuri,” kata dia.

  1. 1. BRIN kembangkan model perambatan api

    IMG_20261008_155942.jpg
    Kepala BRIN, Arif Satria. (IDN Times/Imam Faishal)

    Selain penanganan darurat, pemerintah mendorong pengembangan riset jangka menengah dan panjang untuk mengantisipasi karhutla. Salah satu fokus penelitian BRIN ialah mengidentifikasi serta memodelkan pola perambatan api agar upaya pencegahan dan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih terukur.

    “Bapak Presiden juga menekankan pentingnya riset jangka menengah dan panjang untuk mengantisipasi karhutla pada masa mendatang. Salah satunya adalah penelitian untuk mengidentifikasi dan memodelkan pola perambatan api sehingga kita dapat melakukan langkah antisipasi yang lebih baik,” ucap Arif.

    BRIN saat ini telah menjalankan penelitian mengenai model perambatan api di wilayah yang mengalami karhutla. Hasil riset tersebut diharapkan dapat membantu memahami pola penyebaran kebakaran dan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang lebih efektif.

    “Alhamdulillah, saat ini BRIN sedang melakukan riset terkait model perambatan api di lokasi karhutla,” ujar dia.

    Arif menambahkan, BRIN juga akan memperkuat penelitian untuk memprediksi kejadian kebakaran hutan dan lahan. Pengembangan riset tersebut telah berjalan dan kini membutuhkan proses validasi agar hasil prediksi dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

    “terkait dengan riset jangka menengah dan jangka panjang, tentu kami akan memperkuat riset untuk memprediksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebenarnya, riset ini sudah berkembang. Saat ini, yang perlu dilakukan adalah proses validasi agar kita memiliki kemampuan memprediksi kondisi yang akan terjadi dalam tiga hingga enam bulan ke depan terkait dengan karhutla,” kata dia.

    Kemampuan memprediksi karhutla dinilai penting agar pemerintah dan lembaga terkait dapat menyiapkan langkah antisipasi sebelum kebakaran meluas. Selain mengembangkan sistem prediksi, BRIN juga bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memperkuat penelitian mengenai pola dan metode prediksi kebakaran.

    “Menurut saya, kemampuan prediksi ini sangat penting agar kita dapat melakukan langkah antisipasi secara lebih baik. Selain itu, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, kami juga sudah mulai mengerjakan riset mengenai model perambatan api. Bersama berbagai perguruan tinggi, kami akan mengembangkan riset terkait dengan metode untuk memprediksi kebakaran hutan,” ujar Arif.

  2. 2. Manfaatkan citra satelit untuk deteksi titik api

    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Dalam mendukung penanganan karhutla, BRIN juga melakukan deteksi titik api setiap hari. Informasi hasil pemantauan tersebut dibagikan kepada lembaga terkait, termasuk BNPB dan Kementerian Kehutanan, untuk membantu proses pemantauan serta penanganan kebakaran.

    “Saat ini, BRIN bertugas melakukan deteksi titik api setiap hari. Hasil deteksi tersebut kemudian kami bagikan kepada berbagai lembaga, termasuk BNPB dan Kementerian Kehutanan,” ucap dia.

    Arif menjelaskan, pemanfaatan satelit dan citra satelit menjadi salah satu bagian penting dari dukungan BRIN terhadap penanganan karhutla. Data hasil pengamatan tersebut dapat membantu mengidentifikasi titik api sehingga informasi yang diperoleh bisa digunakan oleh instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan.

    “BRIN memiliki kewenangan dalam pemanfaatan satelit dan citra satelit. Oleh karena itu, citra satelit yang dimiliki BRIN kami manfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya mendeteksi titik api guna mendukung penanganan karhutla,” kata dia.

  3. 3. BRIN siapkan teknologi pemadaman api berbasis singkong

    Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
    Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Di samping penguatan pemantauan dan prediksi kebakaran, BRIN juga menyiapkan penerapan teknologi pemadaman api berbasis singkong. Teknologi tersebut dikembangkan dengan mencampurkan produk lokal berupa tepung singkong dengan material tambahan agar campurannya lebih efektif digunakan untuk membantu memadamkan api.

    Arif mengatakan, BRIN telah siap menerapkan teknologi tersebut di lapangan. Namun, pelaksanaannya masih membutuhkan material APP yang belum tersedia di Indonesia sehingga harus didatangkan dari luar negeri.

    “”Kemudian, terkait dengan singkong, sebelum saya masuk tadi sudah saya sampaikan bahwa tim sudah siap untuk menerapkan teknologi ini di lapangan,” ujar Arif.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More