Kemenag Alihkan Anggaran yang Belum Cair untuk Tangani Bencana Sumatra

- Bantuan untuk Sumatra berasal dari 2 sumber, total 138 Milliar
- Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan
Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan realokasi anggaran yang sebelumnya tertunda pencairannya untuk penanganan bencana di Sumatra.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengatakan, dana tersebut dikonsentrasikan untuk membantu masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kementerian Agama mendapat hikmah, beberapa programnya yang tertunda pencairan dananya oleh Kementerian Keuangan kemarin ternyata diberikan izin untuk dilakukan relokasi,” ujar Nasaruddin di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin, (5/1/2025).
1. Bantuan untuk Sumatra berasal dari 2 sumber, total 138 miliar

Nasaruddin mengatakan, seluruh bantuan yang disalurkan untuk Sumatra terdiri dari dua sumber utama.
Sumber pertama berasal dari anggaran langsung Kementerian Agama, sedangkan sumber kedua merupakan gabungan dengan lembaga-lembaga di bawahnya seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan masjid yang dikoordinir oleh Masjid Istiqlal.
“Total untuk kami sendiri 50 miliar, tetapi kalau dijumlahkan semuanya, angka terakhir kemarin adalah 138 miliar,” kata Nasaruddin.
2. Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan

Nasaruddin mengatakan, proses penyaluran bantuan tidak dapat dilakukan sekaligus mengingat kondisi lapangan yang masih mengalami dampak bencana. Sebagian wilayah masih tergenang banjir, sementara akses transportasi seperti jembatan juga belum pulih sepenuhnya.
Meski demikian, kata dia, saat ini rata-rata jembatan telah tersambung kembali. Hal itu membuka kesempatan untuk segera memulai renovasi terhadap fasilitas keagamaan dan pendidikan yang menjadi tanggung jawab Kemenag di daerah terdampak.
3. Tutup hari amal bhakti ke-80 secara sederhana, Menag fokuskan ke bantuan Sumatra

Nasaruddin mengatakan, pada Senin, Kementerian Agama menutup seluruh rangkaian acara Hari Amal Bakti setelah berlangsung sekitar dua bulan. Dia berharap, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya lingkungan internal Kementerian Agama.
Tak hanya itu, acara tersebut biasanya digelar dengan meriah, tetapi kali ini dilakukan secara sederhana. Menurut Nasaruddin, hal ini merupakan bentuk solidaritas kepada korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Sumber daya yang kita miliki kita konsentrasikan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak," ucap Nasaruddin.


















