Kemenag Tutup HAB Ke-80 Secara Sederhana, Fokus Bantuan ke Sumatra

- Kemenag gelontorkan Rp50 Milliar untuk korban bencana Sumatra
- Nasaruddin menyebut Kemenag telah menggelontorkan total dana Rp50 Milliar untuk korban bencana Sumatra. Penyaluran dilakukan secara bertahap mencakup renovasi dan pengadaan alat tulis bagi korban bencana
- Anggaran Kemenag untuk tahun 2026 dibatasi, Nasaruddin tetap positif
- Ketika ditanyai soal anggaran yang dibatasi, Nasaruddin dengan pengelolaan yang baik, lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama tetap mampu meraih prestasi tinggi.
- Menag manfaatkan hari amal bakti untuk galang donor
Jakarta, IDN Times - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan hari ini Kementerian Agama Republik Indonesia menutup seluruh rangkaian acara Hari Amal Bakti ke-80 setelah berlangsung sekitar dua bulan.
Ia menambahkan, acara tersebut biasanya digelar dengan meriah, namun kali ini dilakukan secara sederhana. Menurut Nasaruddin, hal ini merupakan bentuk solidaritas kepada korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Sumber daya yang kita miliki kita konsentrasikan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak," jelas Nasaruddin di Kantor Kementrian Agama, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya lingkungan internal Kementerian Agama, guna memperkuat semangat kerja yang ikhlas dalam mewujudkan visi dan misi kementerian.
1. Kemenag gelontorkan Rp50 milliar untuk korban bencana Sumatra

Lebih jauh, Nasaruddin menyebut Kemenag telah menggelontorkan total dana Rp50 Milliar untuk korban bencana Sumatra. Ia mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap mencakup renovasi dan pengadaan alat tulis bagi korban bencana
“Total bantuan dari Kementerian Agama sendiri mencapai Rp50 miliar,” kata Nasaruddin.
Ia menambahkan, bantuan untuk Sumatra mencakup dua sumber yakni anggaran langsung dari Kemenag dan gabungan dengan lembaga di bawahnya seperti Baznas, BWI, serta masjid yang dikoordinir oleh Istiqlal.
“Sedangkan jika digabung dengan lembaga terkait, angkanya mencapai Rp138 miliar,” katanya.
2. Anggaran Kemenag untuk tahun 2026 dibatasi, Nasaruddin tetap positif

Sementara, ketika ditanyai soal anggaran yang dibatasi, Nasaruddin menyebut dengan pengelolaan yang baik, lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama seperti Insan Cendekia, Manba'ul 'Ulum Malang, dan Insan Cendekia Gorontalo tetap mampu meraih prestasi tinggi.
Menurut Nasaruddin, prestasi tidak semata-mata bergantung pada anggaran besar, melainkan pada keikhlasan dan pengelolaan yang efektif.
"Kita bisa membangun prestasi dengan dana yang secukupnya. Itulah ikhlas beramal," ujarnya.
3. Menag manfaatkan hari amal bakti untuk galang donor darah jelang Ramadan

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI memperingati Hari Amal Bakti ke-80 dengan menyelenggarakan aksi donor darah pada Senin (5/1/2026). Kegiatan ini dijalankan sebagai respons atas kebutuhan mendesak stok darah di rumah sakit, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Sangat rutin kita melakukan donor darah sekarang ini. Pertama, karena bulan Ramadan sebentar lagi datang, dan keluhan rumah sakit adalah sulitnya mencari darah pada saat Ramadan,” ujar Nasaruddin.


















