Kala Kaesang Disuguhi Sate di Ponpes Nurul Qadim Probolinggo

- Kaesang Pangarep melanjutkan Safari Ramadan dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qadim, Probolinggo, dan disambut langsung oleh KH Abdul Hadi Noer serta para ulama setempat.
- Saat waktu berbuka tiba, Kaesang disuguhi sate oleh pimpinan ponpes sebagai bentuk sambutan hangat, dan ia menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang ramah dan penuh keakraban.
- Kunjungan ini juga dihadiri Ahmad Ali dan pengurus PSI lainnya sebagai bagian dari Safari Ramadan nasional untuk mempererat silaturahmi dengan kalangan pesantren di seluruh Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melanjutkan Safari Ramadan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Qadim, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026).
Kedatangan Kaesang langsung disambut pimpinan ponpes KH Abdul Hadi Noer dan beberapa ulama dan kiai.
1. Kaesang disuguhi sate untuk berbuka puasa

Tiba saat berbuka puasa, Kaesang pun disuguhi sate oleh pimpinan ponpes.
"Alhamdulillah, beliau sudah berbuka di sini. Saya siapkan sate, biar beliau semangat, biar hangat. Mohon maaf apabila persiapan kami kurang matang," kata Abdul Hadi Noer.
2. Hidangan hangat dan nikmat

Kaesang menguCapkan banyak terima kasih karena dia sudah diterima serta diberikan hidangan yang hangat dan nikmat.
"Terima kasih, Pak Kiai, kami dari Partai Solidaritas Indonesia telah diterima di pesantren Nurul Qadim, terima kasih atas sambutannya yang sangat luar biasa buat kami," kata Kaesang.
3. Ahmad Ali turut mendampingi Kaesang

Dalam kunjungan ini, Kaesang turut didampingi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, pengurus DPP lain, dan pengurus PSI di Jawa Timur.
Safari Ramadan ini dilakukan serentak oleh jajaran PSI di berbagai daerah. DPW, DPD, hingga DPP melakukan kunjungan silaturahmi ke ponpes-ponpes di seluruh Indonesia.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengatakan, Safari Ramadan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi dengan kalangan pesantren.
"Kami melakukannya sebagai wujud penghormatan kepada para guru, kyai, dan ulama yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai moral bangsa," kata Ahmad Ali dalam keterangannya.
















