Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Deretan Fakta Konflik Israel–AS dengan Iran, Ini yang Perlu Diketahui!

Deretan Fakta Konflik Israel–AS dengan Iran, Ini yang Perlu Diketahui!
Para pengunjuk rasa berkumpul dengan bendera nasional Iran selama demonstrasi untuk mendukung pemerintah dan menentang serangan AS dan Israel di luar sebuah masjid di Teheran pada 28 Februari 2026. (ATTA KENARE/AFP)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran, memicu ledakan di Teheran serta serangan balasan rudal Iran ke fasilitas militer AS dan wilayah Israel.
  • Delapan negara, termasuk Iran, Israel, dan Qatar, menutup wilayah udaranya akibat eskalasi konflik; Suriah juga membatasi ruang udara di perbatasan selatan selama 12 jam.
  • Pemimpin dunia seperti Keir Starmer, Emmanuel Macron, dan Sergei Lavrov bereaksi cepat dengan rapat darurat, seruan PBB, hingga kecaman terhadap serangan yang memperburuk ketegangan regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Israel bersama Amerika Serikat memulai serangan militer terhadap Iran. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar” pada Sabtu (28/2/2026). Baik Trump maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajak masyarakat Iran untuk melawan pemerintahan mereka sendiri.

Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah serangkaian ledakan terdengar di pusat Teheran. Salah satu titik yang diduga menjadi sasaran berada di sekitar kantor pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Lantas apa saja yang sudah terjadi setelah serangan musuh bebuyutan Iran tersebut dilancarkan? Berikut deretan faktanya!

1. Berikut rangkuman konflik Israel–AS dengan Iran sejauh ini:

AFP__20260228__999Y47Y__v2__HighRes__TopshotIranIsraelUsConflict.jpg
Kombinasi cuplikan video yang diambil dari gambar buatan pengguna (UGC) yang diunggah di media sosial pada 28 Februari 2026, dan diverifikasi oleh tim AFPTV di Paris, menunjukkan adanya ledakan yang dilaporkan di Tehran. (VARIOUS SOURCES/AFP)

• Pada Sabtu dini hari, Amerika Serikat bersama Israel melakukan gelombang serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.

• Menanggapi hal itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menembakkan rudal ke fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

• Suara ledakan terdengar di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Otoritas setempat melaporkan satu korban jiwa di UEA akibat pecahan rudal Iran.

• Ibu kota Iran, Teheran, turut diguncang ledakan. Warga menyaksikan asap membubung dari area yang mencakup kompleks kepresidenan.

• Iran juga meluncurkan beberapa gelombang rudal ke wilayah Israel. Ledakan terdengar di langit Yerusalem, sementara militer Israel menyatakan sistem pertahanan udaranya berupaya mencegat serangan tersebut.

• Pejabat Israel meyakini sejumlah figur penting Iran menjadi target, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta Presiden Masoud Pezeshkian.

• Laporan menyebut Khamenei diduga tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, sementara media Iran menyatakan Pezeshkian dalam kondisi selamat.

• Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer yang disebutnya berskala besar itu bertujuan melemahkan kekuatan Iran, menghentikan program nuklirnya, dan mendorong perubahan pemerintahan.

• Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menyingkirkan apa yang ia sebut sebagai ancaman terhadap kelangsungan negaranya.

• Iran merespons dengan melancarkan serangan balasan ke berbagai wilayah di Israel.. Selain itu, Iran juga pangkalan AS di beberapa negara Teluk Arab.

• Sejumlah negara seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania dilaporkan membunyikan sirine darurat.

• Warga Iran menggelar aksi protes terhadap serangan Israel-AS ke negaranya, serta menyatakan dukungan terhadap pemerintahannya yang melancarkan serangan balasan.

• Sementara itu, perundingan antara Washington dan Teheran terkait isu nuklir berakhir tanpa kesepakatan pada Jumat, meski masih ada kemungkinan dialog lanjutan pekan depan. Trump sebelumnya menyampaikan ketidakpuasannya terhadap perkembangan pembicaraan tersebut.

2. Setidaknya 8 negara, termasuk Iran, Israel, Yordania, dan Qatar, menutup wilayah udaranya

Setidaknya 8 negara, termasuk Iran, Israel, Yordania, dan Qatar, menutup wilayah udaranya
Asap mengepul dari area ke arah Pangkalan Udara Al Udeid, yang merupakan markas Angkatan Udara Emir Qatar dan pasukan asing termasuk AS, di Doha pada 28 Februari 2026, menyusul serangan yang dilaporkan dilakukan oleh Iran. (MAHMUD HAMS/AFP)

Melansir Al Jazeera, setidaknya delapan negara menyatakan wilayah udaranya ditutup saat konflik meletus pada hari Sabtu, termasuk Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Suriah juga mengumumkan telah menutup sebagian wilayah udaranya di selatan sepanjang perbatasannya dengan Israel selama 12 jam.

Penutupan wilayah udara itu menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke berbagai titik di Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk melumpuhkan industri rudal Iran sekaligus menghancurkan kekuatan angkatan lautnya.

Iran, yang sebelumnya masih menjalani perundingan dengan Washington terkait program nuklirnya hingga serangan terjadi, berikrar akan membalas dengan tegas. Tak lama kemudian, Teheran mulai melancarkan serangan balasan ke Israel serta sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS, seperti Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

3. Reaksi sejumlah pemimpin dunia terkait serangan AS-Israel

Reaksi sejumlah pemimpin dunia terkait serangan AS-Israel
Orang-orang berunjuk rasa sambil mengibarkan bendera Singa dan Matahari pra-revolusi Iran yang menyerupai bendera Amerika Serikat selama demonstrasi "Kebebasan untuk Iran" di alun-alun Potsdamer Platz di Berlin, Jerman pada 28 Februari 2026. (RALF HIRSCHBERGER/AFP)

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memimpin rapat komite darurat Cobra pemerintah Inggris saat Inggris memutuskan bagaimana menanggapi serangan AS-Israel ke Iran, dan pembalasan Teheran terhadap pangkalan-pangkalan di Teluk.

Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB dan menyatakan bahwa negaranya "siap mengerahkan sumber daya yang diperlukan" kepada mitra terdekatnya di kawasan tersebut.

Prancis memiliki beberapa pangkalan militer di Timur Tengah, terutama di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania, semua negara yang menjadi sasaran rudal Iran hari ini.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengutuk serangan terhadap sekutunya, Iran, dan melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, kata kementeriannya.

4. KBRI imbau WNI di Iran

KBRI imbau WNI di Iran
Kepulan asap membubung setelah dilaporkan terjadi ledakan di Teheran pada 28 Februari 2026. (ATTA KENARE/AFP)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang mengimbau kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran tetap tenang dan waspada pascaserangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran sendiri sudah mengonfirmasi bahwa serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota terjadi sekitar pukul 09.45 waktu setempat.

Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Fahreza Murnanda
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More