Hungaria Terjunkan Tentara ke Fasilitas Energi, Ada Apa?

- Perdana Menteri Viktor Orban mengerahkan militer untuk menjaga infrastruktur energi Hungaria setelah menuding Ukraina berencana melakukan sabotase terhadap sistem energi negaranya.
- Orban menuduh Uni Eropa dan Ukraina bekerja sama menekan Hungaria agar berhenti mengimpor minyak Rusia, sambil meminta parlemen mendukung upaya mempertahankan kedaulatan nasional.
- Hungaria bersedia mencabut veto bantuan dana ke Ukraina jika Uni Eropa menyelidiki pipa minyak Druzhba, sementara Zelenskyy meminta Orban berdialog langsung dengan Putin soal serangan energi.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Viktor Orban menerjunkan militer untuk melindungi infrastruktur energi. Ia bahkan menuding Ukraina sudah merencanakan sabotase infrastruktur energi di negaranya.
“Saya sudah mendengar keterangan dari layanan keamanan nasional dan melihat Ukraina merencanakan aksi lanjutan untuk merusak sistem energi di Hungaria,” ungkapnya, dikutip dari Politico, Jumat (27/2/2026).
Beberapa bulan terakhir, relasi Ukraina dan Hungaria terus memanas. Orban bahkan sudah menetapkan Ukraina sebagai musuh dan menuduh hendak mengintervensi pemilihan umum di Hungaria.
1. Sebut Uni Eropa dan Ukraina bekerja sama tekan Hungaria
Pada saat yang sama, Orban menyebut, Uni Eropa (UE) dan Ukraina bekerja sama untuk menekan Hungaria agar tidak dapat mengimpor minyak dari Rusia. Menurutnya, Brussels dan Kiev sudah mengintervensi urusan dalam negeri Hungaria secara terbuka.
Dilansir The Budapest Times, Orban memperingatkan kebijakan perang dari UE ini tidak akan berjalan lama. Ia menilai bahwa Eropa tidak akan dapat lagi membiayai perang dalam jangka waktu yang lebih lama imbas naiknya harga energi dan turunnya daya saing.
Sementara, Orban meminta parlemen untuk mendukung pemerintahannya. Dengan ini, Hungaria dapat mempertahankan kedaulatan, stabilitas ekonomi, dan menjaga negaranya dari ancaman perang.
2. Hungaria bersedia cabut veto dana bantuan ke Ukraina dengan syarat
Orban mengungkapkan akan mencabut veto pengiriman dana bantuan Uni Eropa (UE) ke Ukraina sebesar 90 miliar euro (Rp1.781 triliun). Namun, dengan syarat UE harus mengevaluasi dan menyelidiki pipa minyak di Ukraina.
PM Hungaria itu menilai bahwa Ukraina berjalan lambat dalam memperbaiki pipa minyak Druzhba. Namun, UE dan Ukraina menolaknya dan mempersulit pipa minyak Druzhba kembali beroperasi.
“Kepentingan Hungaria adalah mengembalikan pengiriman minyak sesegera mungkin. Hungaria mendukung ide untuk menemukan misi yang melibatkan pakar dari Hungaria dan Slovakia untuk menyelidiki kerusakan pipa minyak Druzhba,“ ujar Orban.
3. Zelenskyy sebut Hungaria seharusnya protes ke Rusia
Pada saat yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta agar Orban berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Menurutnya, Orban harus minta Rusia mencegah serangan di infrastruktur energi.
“Rusia menghancurkan pipa minyak beberapa kali dan bukan hanya sekali ini saja. Maka dari itu, Orban harus berbicara dengan Putin mengenai gencatan energi atau sesuatu yang seperti itu,” paparnya, dikutip dari The Kyiv Independent.
Selama ini, Hungaria dipandang sebagai sekutu terdekat Rusia di Eropa. Di bawah kepemimpinan Orban, Hungaria terus menolak bantuan militer ke Ukraina dan meneruskan impor minyak dari Rusia.
















