Jakarta, IDN Times - Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi area dengan luas kejadian kebakaran tertinggi berturut-turut sepanjang 2026. Itu sebabnya Kemenko Polkam meminta agar titik api penyebab karhutla di provinsi tersebut segera dipadamkan.
Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Perhutanan, pada periode Januari hingga Juli 2026, luas area yang telah terbakar mencapai 28.216,31 hektare. Angka tersebut menunjukkan dua kali lipat wilayah yang terbakar dibandingkan Riau yang mencapai 15.318,03 hektare.
Sementara, wilayah lain di Pulau Kalimantan menunjukkan tingkat kebakaran lahan jauh lebih rendah dibandingkan Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah mencatat luas karhutla 2.915,11 hektare, Kalimantan Timur 1.276,29 hektare, Kalimantan Utara 196,59 hektare. Sedangkan, Kalimantan Selatan hanya 107,39 hektare.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar yang mengikuti rapat virtual dengan Kemenko Polkam pada hari ini, mengatakan pihaknya memprioritaskan penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah.
"Berdasarkan hasil perhitungan luas lahan terbakar periode Januari hingga Juni, tiga kabupaten yang menjadi perhatian utama adalah Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah," ungkap Ketua Satuan Tugas Informasi BPBD Kalbar, Daniel pada Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan ketiga daerah tersebut menjadi fokus operasi darat dan udara karena asapnya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Asap dari wilayah tersebut berpotensi memengaruhi operasional Bandara Supadio dan aktivitas pelabuhan.
"Bahkan, kini asap juga sudah memasuki wilayah ibu kota Pontianak sehingga perlu dilakukan penanganan lebih massif," tutur dia.
