Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 14 Juli 2026, untuk membahas penanganan kapal MT Tanker Silver Sincere yang tenggelam di perairan Kabupaten Bintan pada 2025. Bangkai kapal yang membawa muatan 1.000 ton limbah minyak diketahui telah bergeser 13 mil laut dari lokasi awal tenggelam. Itu sebabnya pengangkatan bangkai kapal butuh dipercepat.
"Forum ini bertujuan menyelaraskan langkah lintas kementerian dan lembaga dalam mempercepat penanganan bangkai kapal MT Silver Sincere dan meminimalkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, lingkungan laut dan kepentingan nasional," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono dalam keterangan, Rabu (15/7/2026).
Rapat pada Selasa lalu, kata Purwito, merupakan kelanjutan dari rapat serupa yang digelar pada 8 Juni 2026 di kantor Kemenko Polkam, dan hasil peninjauan lapangan pada 23 Juni 2026 di Perairan Karang Galang, Bintan.
Jenderal bintang dua itu mengatakan penanganan dampak tenggelamnya MT Silver Sincere merupakan kasus pertama yang dikoordinasikan secara komprehensif, sebagai model penanganan kapal asing yang tenggelam di wilayah yurisdiksi Indonesia.
