Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dubes China: Reformasi dan Modernisasi Ubah Nasib 800 Juta Warga

Dubes China: Reformasi dan Modernisasi Ubah Nasib 800 Juta Warga
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di perayaan 105 Tahun Partai Komunis China di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Dubes China Wang Lutong menegaskan keberhasilan Partai Komunis China selama 105 tahun membawa negara keluar dari kemiskinan melalui modernisasi ala China yang berfokus pada kondisi nasional dan kesejahteraan rakyat.
  • Wang menyebut lebih dari 800 juta warga berhasil keluar dari kemiskinan, dengan peningkatan signifikan pada harapan hidup, PDB per kapita, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan di seluruh negeri.
  • PKC terus memperkuat reformasi internal dan kebijakan antikorupsi untuk menjaga kepercayaan publik, memastikan pemerintahan efektif, serta melanjutkan pembangunan damai tanpa ambisi hegemoni global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengeklaim Partai Komunis China (PKC) berhasil membawa negaranya keluar dari kemiskinan dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia melalui model pembangunan yang disebut sebagai modernisasi ala China.

Menurut Wang, keberhasilan tersebut merupakan hasil perjalanan PKC selama 105 tahun sejak didirikan pada 1921. Dalam kurun waktu itu, partai yang semula hanya beranggotakan lebih dari 50 orang berkembang menjadi partai berkuasa terbesar di dunia dengan lebih dari 100 juta anggota.

Pernyataan tersebut disampaikan Wang saat resepsi peringatan 105 tahun berdirinya PKC di Jakarta. Ia mengatakan, tema peringatan tahun ini, Chinese Modernization: The Answer of 105 Years of Endeavor mencerminkan perjalanan panjang pembangunan yang ditempuh negaranya.

Wang menilai keberhasilan China bukan hanya tercermin dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan kemiskinan, peningkatan layanan publik, serta reformasi pemerintahan.

1. PKC ungkap tiga kunci keberhasilan

Dubes China: Reformasi dan Modernisasi Ubah Nasib 800 Juta Warga
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong memberikan pidato di perayaan 105 Tahun Partai Komunis China di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam pidatonya, Wang mengatakan, terdapat tiga prinsip utama yang menjadi fondasi keberhasilan PKC selama lebih dari satu abad.

Prinsip pertama adalah menjalankan pembangunan berdasarkan kondisi nasional China tanpa meniru model pembangunan negara lain. Menurutnya, PKC menggabungkan prinsip-prinsip Marxisme dengan realitas China serta nilai-nilai budaya tradisional yang dimiliki negara tersebut.

Ia menegaskan, setiap negara memiliki jalur pembangunan yang berbeda sehingga tidak ada satu model yang dapat diterapkan secara universal.

“Jenis jalan pembangunan yang dipilih oleh suatu negara bergantung pada apakah jalan tersebut sesuai dengan kondisi nasionalnya, apakah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, dan apakah mampu membuat rakyatnya hidup lebih baik,” kata Wang di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Prinsip kedua adalah menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan. Sementara prinsip ketiga ialah melakukan reformasi internal secara berkelanjutan untuk menjaga efektivitas pemerintahan dan mencegah korupsi.

2. Berhasil tingkatkan kesejahteraan rakyat

Dubes China: Reformasi dan Modernisasi Ubah Nasib 800 Juta Warga
potret warga China (pexels.com/Abderrahmane Habibi)

Wang mengatakan, berbagai kebijakan tersebut menghasilkan perubahan besar terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat China. Ia menyebut, angka harapan hidup masyarakat meningkat dari sekitar 35 tahun pada awal berdirinya Republik Rakyat China menjadi lebih dari 79 tahun saat ini. Selain itu, produk domestik bruto (PDB) per kapita juga meningkat dari kurang dari 50 dolar Amerika Serikat (AS) menjadi lebih dari 13 ribu dolar AS.

Menurut Wang, sejak dimulainya kebijakan reformasi dan keterbukaan, lebih dari 800 juta penduduk berhasil keluar dari kemiskinan. Bahkan, sejak Kongres Nasional PKC ke-18, hampir 100 juta warga miskin di pedesaan disebut telah terbebas dari kemiskinan absolut.

Ia juga mengatakan, China kini memiliki sistem pendidikan, layanan kesehatan, dan jaminan sosial terbesar di dunia. Tingkat partisipasi pendidikan wajib disebut telah melampaui 95 persen, sementara cakupan asuransi kesehatan dasar mencapai lebih dari 1,3 miliar penduduk.

“Modernisasi ala China bukanlah kemakmuran bagi segelintir orang, melainkan upaya bersama untuk membawa lebih dari 1,4 miliar rakyat menuju modernisasi,” ujarnya.

3. PKC tekankan reformasi internal dan antikorupsi

bendera China
bendera China (unsplash.com/DominicKurniawanSuryaputra)

Selain pembangunan ekonomi, Wang mengatakan, PKC juga terus melakukan reformasi internal sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, partai yang telah lama berkuasa berpotensi menghadapi berbagai tantangan, seperti menurunnya kapasitas pemerintahan, menjauh dari rakyat, maupun praktik korupsi.

Karena itu, kata Wang, PKC terus memperkuat penegakan disiplin internal dan menjalankan kebijakan antikorupsi secara menyeluruh.

“PKC sangat memahami bahwa ‘jika ingin menempa besi, baja itu sendiri harus keras’, sehingga senantiasa mengevaluasi dan menyempurnakan diri dengan kesadaran kuat akan potensi krisis,” kata Wang.

Ia menambahkan, pemerintah China akan terus melanjutkan upaya pemberantasan korupsi agar partai tetap berpihak kepada rakyat dan mampu menjalankan pembangunan secara berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Wang juga menegaskan modernisasi ala China akan tetap ditempuh melalui jalur pembangunan damai dan keterbukaan, serta tidak ditujukan untuk menggantikan negara lain maupun mengejar hegemoni global.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More