Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemenko Polkam Percepat Evakuasi Bangkai Kapal MT Silver Sincere

Kemenko Polkam Percepat Evakuasi Bangkai Kapal MT Silver Sincere
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono (kiri) ketika menggelar rapat koordinasi pembahasan perkembangan penanganan kapal tanker MT Silver Sincere yang tenggelam. (Dokumentasi Kemenko Polkam)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kemenko Polkam menggelar rapat koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat evakuasi bangkai kapal MT Silver Sincere yang tenggelam di perairan Bintan dan berpotensi membahayakan lingkungan laut.
  • Analisis satelit menunjukkan adanya tumpahan limbah minyak dari kapal, menyebabkan pencemaran laut, kerusakan ekosistem pesisir, serta ancaman terhadap mata pencaharian nelayan di Kepulauan Riau.
  • Bangkai kapal berbendera Malaysia itu telah bergeser 13 mil laut dari lokasi awal tenggelamnya sejak Januari 2025, sehingga pemerintah menegaskan penanganannya harus sesuai hukum Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 14 Juli 2026, untuk membahas penanganan kapal MT Tanker Silver Sincere yang tenggelam di perairan Kabupaten Bintan pada 2025. Bangkai kapal yang membawa muatan 1.000 ton limbah minyak diketahui telah bergeser 13 mil laut dari lokasi awal tenggelam. Itu sebabnya pengangkatan bangkai kapal butuh dipercepat.

"Forum ini bertujuan menyelaraskan langkah lintas kementerian dan lembaga dalam mempercepat penanganan bangkai kapal MT Silver Sincere dan meminimalkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, lingkungan laut dan kepentingan nasional," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono dalam keterangan, Rabu (15/7/2026).

Rapat pada Selasa lalu, kata Purwito, merupakan kelanjutan dari rapat serupa yang digelar pada 8 Juni 2026 di kantor Kemenko Polkam, dan hasil peninjauan lapangan pada 23 Juni 2026 di Perairan Karang Galang, Bintan.

Jenderal bintang dua itu mengatakan penanganan dampak tenggelamnya MT Silver Sincere merupakan kasus pertama yang dikoordinasikan secara komprehensif, sebagai model penanganan kapal asing yang tenggelam di wilayah yurisdiksi Indonesia.

1. Pemerintah bertekad segera hentikan dampak negatif tenggelamnya kapal tanker

Kemenko Polkam Percepat Evakuasi Bangkai Kapal MT Silver Sincere
Ilustrasi Kapal Tenggelam (IDN Times/Arief Rahmat)

Lebih lanjut, kata Purwito, dengan adanya mekanisme penanganan yang jelas dan terukur, maka dapat dijadikan acuan dalam penyelesaian kasus serupa pada masa mendatang. Selain itu, juga bisa meminimalkan kerugian negara akibat pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem, dan infrastruktur bawah laut. Pemerintah, kata dia, juga mencegah terjadi gangguan terhadap jalur pelayaran.

"Yang paling utama adalah segera menghentikan dan mencegah dampak negatif akibat tenggelamnya kapal ini. Oleh karena itu, peran koordinatif menjadi sangat penting karena tata kelola keamanan laut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dengan kewenangan berbeda-beda sehingga langkah penanganan bisa dilakukan lebih cepat, terpadu dan efektif," katanya.

Purwito menyebut meski Kapal MT Silver Sincere berbendera Malaysia, namun kapal itu tenggelam di wilayah yurisdiksi Indonesia. "Maka, seluruh penanganannya harus tunduk pada ketentuan dan peraturan perundangan-undangan Indonesia," imbuhnya.

2. Sudah terjadi tumpahan minyak di lokasi tenggelamnya kapal

ilustrasi kapal tenggelam (IDN Times/Novaya)
ilustrasi kapal tenggelam (IDN Times/Novaya)

Sementara, dalam pemaparan Guru Besar Bidang Akuntansi Sosial dan Lingkungan, Prof. Eko Ganis Sukoharsono, sudah ada indikasi kuat terjadinya tumpahan limbah minyak (waste oil). Analisis itu didukung 14 periode pengamatan menggunakan citra Satelit Sentinel-1 Synthetic Aperture Radar (SAR).

"Hal itu berdampak pada pencemaran laut, kerusakan permukaan dasar laut akibat pergeseran bangkai kapal, terganggunya ekosistem pesisir dan wilayah tangkapan ikan, serta berpotensi mengancam mata pencaharian masyarakat nelayan di sekitar Kepulauan Riau," ungkap Purwito.

Temuan tersebut, kata Purwita, semakin menegaskan pentingnya percepatan pengangkatan bangkai kapal guna mencegah meluasnya dampak lingkungan, menjaga keselamatan pelayaran, dan menghindari potensi kerugian negara yang lebih besar.

3. Bangkai kapal MT Silver Sincere sudah bergeser

Kemenko Polkam Percepat Evakuasi Bangkai Kapal MT Silver Sincere
Ilustrasi Kapal (Kapal Penyeberangan) (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebelumnya, kapal tanker MT Silver Sincere yang mengangkut sekitar 1.000 ton limbah minyak (waste oil) tenggelam di perairan Kabupaten Bintan pada 12 Januari 2025. Berdasarkan verifikasi Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, lokasi tenggelamnya kapal berada di wilayah perairan Indonesia.

Setelah melalui beberapa kali survei, bangkai kapal akhirnya ditemukan pada Maret 2025 dan diketahui telah bergeser sekitar 13 mil laut dari lokasi awal tenggelam. Sebanyak delapan awak kapal berhasil diselamatkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More