Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gelombang Panas Ekstrem, Prancis Matikan Tiga Reaktor Nuklir

Gelombang Panas Ekstrem, Prancis Matikan Tiga Reaktor Nuklir
Bendera Prancis (unsplash.com/Anthony Choren)
Intinya Sih
  • EDF menghentikan tiga reaktor nuklir di Golfech, Bugey, dan Chooz karena suhu air sungai meningkat akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis.
  • Pemerintah Prancis memberi kelonggaran sementara batas suhu air untuk menjaga pasokan listrik nasional tetap stabil di tengah pembatasan daya delapan reaktor lainnya.
  • Gelombang panas dengan suhu hingga 41 derajat Celsius memicu kekhawatiran soal ketahanan infrastruktur energi nuklir menghadapi dampak perubahan iklim global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perusahaan energi Électricité de France (EDF) menghentikan sementara operasional tiga reaktor nuklir. Keputusan ini diambil akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis, seperti diumumkan secara resmi pada Minggu (12/7/2026).

Langkah darurat tersebut menjadi prosedur keselamatan untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat kenaikan suhu air sungai. Selain penutupan ini, sejumlah pembangkit listrik lainnya juga harus membatasi kapasitas produksi mereka.

1. Lokasi penutupan reaktor nuklir

EDF mematikan reaktor di tiga pembangkit listrik, yaitu Golfech, Bugey, dan Chooz. Ketiga fasilitas energi tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Garonne, Sungai Rhone, dan Sungai Meuse.

Penutupan total dilakukan karena air sungai yang berfungsi sebagai sistem pendingin reaktor mengalami kenaikan suhu. Jika operasional tetap dipaksakan, pembuangan air hangat dari pembangkit dikhawatirkan merusak ekosistem dan biota air.

"Kami mematikan reaktor demi melindungi lingkungan dan mematuhi aturan pembuangan air pendingin di tengah kondisi cuaca saat ini," ujar juru bicara EDF.

2. Kelonggaran aturan suhu air

Selain menutup tiga reaktor utama, Prancis juga mengurangi kapasitas daya operasional delapan reaktor nuklir lainnya. Pembatasan daya ini bertujuan agar suhu air yang dibuang kembali ke sungai tidak melewati ambang batas hukum.

Untuk mencegah pemadaman listrik massal, Kementerian Ekonomi Prancis memberikan kelonggaran darurat terkait batas suhu air. Aturan khusus ini berlaku untuk Sungai Rhone di sekitar pembangkit Bugey hingga 20 Juli 2026.

"Kelonggaran batas suhu air ini kami berikan untuk memastikan pasokan jaringan listrik nasional tetap aman," kata perwakilan Kementerian Ekonomi Prancis, dilansir dari Arab News.

3. Dampak cuaca ekstrem pada sektor energi

Gelombang panas kali ini membuat sepertiga wilayah Prancis berada dalam status siaga tertinggi. Suhu udara diperkirakan mencapai 41 derajat Celsius dan berdampak langsung pada 25 juta penduduk.

Kondisi tersebut memicu diskusi di kalangan analis mengenai ketahanan infrastruktur energi nuklir dalam menghadapi perubahan iklim global. Panas ekstrem kini dinilai menjadi tantangan baru yang serius bagi stabilitas pasokan energi.

"Perubahan iklim membuktikan bahwa panas ekstrem dapat mengganggu pasokan energi, sama seperti dampak lonjakan harga saat cuaca dingin," kata Analis Kpler, Alessandro Armenia, dilansir dari Renew Economy.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More