Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

105 Tahun PKC, Dubes Wang: Modernisasi Jadi Kunci Kebangkitan China

105 Tahun PKC, Dubes Wang: Modernisasi Jadi Kunci Kebangkitan China
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong memberikan pidato di perayaan 105 Tahun Partai Komunis China di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Dubes Wang menegaskan modernisasi China berfokus pada pembangunan damai dan keterbukaan, bukan dominasi global, dengan komitmen memperkuat kerja sama internasional melalui berbagai inisiatif global.
  • Wang menjelaskan keberhasilan PKC selama 105 tahun ditopang tiga prinsip utama: kesesuaian dengan kondisi nasional, kesejahteraan rakyat, serta reformasi internal yang berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik.
  • China ingin mempererat hubungan dengan Indonesia lewat proyek strategis seperti Kereta Cepat Whoosh dan kolaborasi di bidang ekonomi digital, pendidikan, hingga pembangunan hijau menuju masa depan bersama yang saling menguntungkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - China menegaskan modernisasi yang tengah dijalankan negaranya bukan ditujukan untuk menggantikan posisi negara lain maupun membangun dominasi global. Di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik dunia, Beijing mengeklaim tetap berkomitmen pada pembangunan damai, keterbukaan, dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Pesan tersebut disampaikan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong dalam resepsi peringatan 105 tahun berdirinya Partai Komunis China (PKC) di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Menurut Wang, modernisasi ala China merupakan jawaban atas perjalanan panjang PKC selama lebih dari satu abad memimpin pembangunan negara.

Ia mengatakan, pidato Presiden Xi Jinping pada peringatan 105 tahun PKC kembali menegaskan arah pembangunan China sekaligus komitmen negaranya untuk terus mendorong perdamaian dunia melalui konsep Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia.

Menurut Wang, China ingin menunjukkan bahwa kebangkitan negaranya tidak dibangun melalui ekspansi ataupun hegemoni, melainkan melalui pembangunan ekonomi dan kerja sama internasional.

1. China klaim tak akan tempuh jalan hagemoni

IMG_9080.jpeg
Pemeran foto sejarah Partai Komunis China (PKC) berdiri. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Wang mengatakan modernisasi ala China tidak dilakukan dengan menutup diri dari dunia. Sebaliknya, keterbukaan menjadi salah satu karakter utama pembangunan yang dijalankan Beijing.

Menurutnya, China tidak memiliki tujuan menggantikan negara lain sebagai kekuatan dunia maupun mengikuti pola pembangunan yang mengandalkan dominasi militer.

“Modernisasi ala China bukanlah pembangunan yang dilakukan dengan menutup pintu. Keterbukaan adalah ciri khas pembangunan China yang mencolok. Dalam memajukan modernisasi, China tidak bertujuan untuk menggantikan siapa pun, dan juga tidak akan menempuh jalan ‘negara yang kuat pasti hegemoni’,” kata Wang dalam kegiatan yang digelar di Kedutaan Besar China di Jakarta tersebut.

Ia mengatakan Presiden Xi Jinping telah mengajukan sejumlah inisiatif global, mulai dari Global Development Initiative (GDI), Global Security Initiative (GSI), Global Civilization Initiative (GCI), hingga Global Governance Initiative (GGI). Menurut Wang, seluruh inisiatif tersebut menjadi panduan strategis China dalam membangun kerja sama internasional.

Selain itu, pembangunan Belt and Road Initiative (BRI) juga disebut menjadi platform nyata untuk mewujudkan Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia melalui pembangunan bersama dan kerja sama yang saling menguntungkan.

2. Tiga prinsip keberhasilan PKC

IMG_9082.jpeg
Dubes China untuk RI, Wang Lutong bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Bactiar Najamuddin, melihat pameran foto sejarah Partai Komunis China. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam kesempatan itu, Wang juga menjelaskan faktor yang menurutnya membuat PKC mampu bertahan dan berkembang hingga menjadi partai politik terbesar di dunia.

Ia mengatakan PKC yang berdiri 105 tahun lalu hanya beranggotakan sekitar 50 orang. Kini, jumlah anggotanya telah melampaui 100 juta orang dan memimpin negara dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa.

Menurut Wang, keberhasilan tersebut ditopang oleh tiga prinsip utama, yakni berpegang pada kondisi nasional China, mengutamakan kesejahteraan rakyat, serta terus melakukan reformasi internal.

“Jenis jalan pembangunan yang dipilih oleh suatu negara bergantung pada apakah jalan tersebut sesuai dengan kondisi nasionalnya, apakah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, dan apakah mampu membuat rakyatnya hidup lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengatakan seluruh kebijakan PKC selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial.

“Modernisasi ala China bukanlah kemakmuran bagi segelintir orang, melainkan upaya bersama untuk membawa lebih dari 1,4 miliar rakyat menuju modernisasi,” katanya.

Wang menambahkan PKC juga terus memperkuat reformasi internal dan pemberantasan korupsi agar tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat.

3. China ingin perkuat hubungan Indonesia

IMG_9088.jpeg
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di perayaan 105 Tahun Partai Komunis China di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam pidatonya, Wang mengatakan hubungan China dan Indonesia saat ini terus berkembang seiring arah pembangunan kedua negara yang dinilai saling melengkapi.

Ia menyebut Indonesia tengah menuju visi Indonesia Emas 2045, sementara China sedang menjalankan modernisasi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.

Menurut Wang, hubungan kedua negara terus menghasilkan berbagai proyek strategis, termasuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), serta kerja sama di bidang infrastruktur, kawasan industri, ekonomi digital, pembangunan hijau, pertanian, pendidikan, hingga pertukaran budaya.

“PKC berkeinginan untuk memperkuat pertukaran dengan pemerintah Indonesia dan berbagai partai politik di Indonesia, serta mengadakan dialog mengenai berbagai isu yang menjadi perhatian bersama, seperti tata kelola pemerintahan, pengentasan kemiskinan dan pembangunan, tata kelola sosial, serta pembangunan partai,” ujar Wang.

Ia berharap kedua negara dapat terus memperkuat komunikasi dan membangun konsensus agar hubungan bilateral semakin berkembang.

“Marilah kita bersama memupuk konsensus, menyatukan kekuatan, mendorong hubungan bilateral agar mencapai kemajuan yang lebih besar, serta bersama-sama menciptakan masa depan cerah yang penuh kerja sama dan keuntungan bersama,” kata Wang.

Dalam acara tersebut, Kedutaan Besar China mengundang sejumlah sahabat China, pejabat, hingga para pemimpin media. Terlihat juga adanya surat dari sejumlah partai politik Indonesia yang memberi selamat atas ulang tahun PKC.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More