Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemkomdigi Sebut Kerja Sama Swasta Jadi Kunci Tekan Pelaku Judi Online

IMG_2183.jpeg
Acara Judi Pasti Rugi Gopay di Blok M Hub Jakarta Selatan (IDN Times/Anggia Leksa)
Intinya sih...
  • Kampanye Judi Pasti Rugi sasar 60 juta masyarakat, turunkan aktivitas judi online
  • Kemkomdigi sebut judi online masih tetap menjadi ancaman, tidak boleh terlena
  • Dampak judi online bagi penyintas: kerugian finansial dan efek domino pada keluarga
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi Digital (Kemkomdigi) melalui Direktur Jenderal Ekosistem Digital Alexander Sabar menyatakan kerja sama antara pemerintah dengan sektor swasta menjadi kunci dalam menekan angka aktivitas judi online di Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tercermin dalam berbagai inisiatif, mulai dari kampanye luring dan pemanfaatan teknologi canggih di platform digital.

"Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat itu sendiri akan mampu menghasilkan dampak nyata dalam menekan praktik judi online," ujar Alex dalam acara Judi Pasti Rugi GoPay, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).

Sebagai informasi, kolaborasi kampanye yang berjudul Judi Pasti Rugi tersebut merupakan aliansi yang melibatkan Kemkomdigi, GOTO, GoPay, Google, TikTok, Telkomsel serta institusi seperti Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK).

1. Kampanye judi pasti rugi sasar 60 juta masyarakat, disebut jadi faktor penurunan judi online

IMG_2165.jpeg
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar di Acara GoPay Judi Pasti Rugi (IDN Times/Anggia Leksa)

Lebih jauh, salah satu contoh dari kolaborasi tersebut adalah kampanye bertajuk Judi Pasti Rugi. Kampanye itu melakukan perjalanan keliling Indonesia untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang bahaya judi online.

Gerakan ini telah mengunjungi 66 kota di 21 provinsi, berinteraksi dengan lebih dari 60 juta masyarakat, dan menjangkau 85 juta pengguna melalui media sosial.

Alex mengatakan inisiasi tersebutlah yang menjadi salah satu faktor adanya penurunan signifikan aktivitas judi online pada akhir 2025, di mana jumlah transaksinya turun 57 persen dan nilai depositnya turun 45 persen dibanding tahun sebelumnya.

2. Kemkomdigi sebut judi online masih tetap menjadi ancaman, tidak boleh terlena

IMG_2183.jpeg
Acara Judi Pasti Rugi Gopay di Blok M Hub Jakarta Selatan (IDN Times/Anggia Leksa)

Kendati, Alex menyebut meski kolaborasi pemerintah dan swasta berhasil menurunkan angka perjudian, ancaman judi online tetaplah ada.  Karena itu, Ia menilai keberhasilan ini tidak boleh membuat semua pihak merasa terlena.

“Saya ingin menekankan kembali  bahwa keberhasilan ini tidak boleh membuat kita menjadi lena karena Judi Online masih tetap menjadi ancaman,” katanya.

3. Dampak judi online bagi penyintas

IMG_2148.jpeg
Penyintas judi online di acara GoPay Judi Pasti Rugi (IDN Times/Anggia Leksa)

Sementara, di dalam acara tersebut juga dihadirkan mantan pemain judi online, Erwin, yang kini bergabung dalam tim edukasi "Judi Pasti Rugi". Ia membagikan pengalamannya selama 8 tahun terjebak judi online.

Ia mengungkapkan kerugian finansial yang diderita tidak hanya dialami oleh pelaku, tetapi juga memberikan efek domino pada kondisi ekonomi dan psikologis keluarga.

"Bukan hanya si pelaku judi onlinenya saja, tetapi nantinya juga efeknya bisa terlibat ke keluarganya sendiri. Entah itu istrinya, entah itu anaknya," jelas Erwin mengenai dampak yang ia saksikan dan alami.

Ia menambahkan pola kecanduan sering kali dimulai dengan kemenangan kecil di awal, yang kemudian berubah menjadi kerugian besar dan kebiasaan meminjam uang dengan berbagai alasan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

KPK Telusuri Aktivitas Ridwan Kamil saat Jadi Gubernur Jabar

29 Jan 2026, 20:52 WIBNews