Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenaikan Tarif TransJabodetabek Picu Respons Beragam Warga Bogor
Transjabodetabek(Transjakarta) P11 rute Bogor-Blok M. IDN Times/Linna Susanti

  • Rencana kenaikan tarif TransJabodetabek hingga Rp10 ribu menuai reaksi beragam dari warga Bogor, sebagian menilai wajar sementara lainnya merasa terbebani secara finansial.
  • Warga seperti Bambang meminta pemerintah daerah ikut mendukung pendanaan layanan lintas kota agar subsidi transportasi bisa lebih merata dan berkelanjutan.
  • DTKJ mengusulkan penyesuaian tarif disertai integrasi dengan TransJakarta, LRT, dan MRT untuk meningkatkan efisiensi perjalanan serta kualitas layanan transportasi umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2005 sampai 2021

Selama periode ini, tarif layanan BRT TransJakarta dan TransJabodetabek ditetapkan sebesar Rp3.500.

6 Juli 2026

Ketua DTKJ Sugihardjo menyampaikan usulan kenaikan tarif TransJabodetabek dari Rp3.500 menjadi Rp10 ribu dalam dialog publik, dengan alasan integrasi layanan dan peningkatan kualitas transportasi umum.

kini

Rencana kenaikan tarif TransJabodetabek memicu respons beragam dari warga Bogor; sebagian menilai wajar, sementara lainnya merasa keberatan dan meminta subsidi dari pemerintah daerah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Rencana kenaikan tarif layanan TransJabodetabek dari Rp3.500 menjadi Rp10 ribu memicu beragam tanggapan warga Bogor, terutama pengguna rute P11 yang melayani jalur Blok M–Bogor.
  • Who?
    Bambang Wahyudi, warga lansia pengguna TransJabodetabek; Ernita, pekerja harian Bogor–Jakarta; serta Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo sebagai pihak pengusul penyesuaian tarif.
  • Where?
    Kota Bogor dan wilayah Jabodetabek, khususnya pada rute TransJabodetabek seperti P11 yang menghubungkan Blok M dengan Bogor.
  • When?
    Pernyataan dan usulan tarif disampaikan pada Senin, 6 Juli 2026, sementara tanggapan warga muncul dalam periode yang sama setelah wacana kenaikan diumumkan.
  • Why?
    Kenaikan diusulkan karena adanya kebutuhan penyesuaian biaya operasional dan dorongan agar masyarakat wilayah penyangga lebih banyak menggunakan transportasi umum terintegrasi.
  • How?
    Usulan DTKJ menaikkan tarif hingga Rp10 ribu dilakukan melalui kajian publik, dengan skema integrasi perjalanan lanjutan ke TransJakarta serta rencana perluasan koneksi ke LRT dan MRT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bus TransJabodetabek mau naik harga jadi sepuluh ribu. Orang-orang di Bogor ada yang setuju, ada yang tidak. Pak Bambang bilang itu wajar karena busnya bagus dan dia gratis karena sudah tua. Tapi Bu Ernita sedih karena jadi mahal buat kerja tiap hari. Sekarang orang masih tunggu keputusan dari pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana penyesuaian tarif TransJabodetabek memunculkan ruang dialog yang konstruktif antara warga, pemerintah daerah, dan lembaga transportasi. Pandangan beragam dari masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan layanan publik. Usulan integrasi tarif yang mencakup perjalanan lanjutan dengan TransJakarta hingga moda rel menandakan upaya peningkatan efisiensi dan kenyamanan transportasi antarwilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Rencana kenaikan tarif layanan TransJabodetabek khususnya pada rute-rute yang melayani wilayah penyangga seperti P11 (Blok M-Bogor) menuai respons beragam dari warga Bogor.

Meskipun fasilitas yang ditawarkan dianggap baik, isu penyesuaian tarif hingga Rp10 ribu bagi pengguna umum dianggap sebagai beban yang signifikan.

1. Minta pemerintah daerah ikut andil

Bus Transjakarta Koridor 9 tetap beroperasi normal pasca-demonstrasi, Senin (1/9/2025). (IDN Times/Rochmanudin)

Bambang Wahyudi (61), seorang warga Bogor yang juga pengguna rute P11, menilai rencana penyesuaian tarif hingga Rp10 ribu sebagai hal yang masih wajar.

Menurut dia, pemotongan anggaran dari pemerintah pusat menjadi salah satu alasan kuat, ditambah lagi dengan fasilitas layanan TransJakarta yang dianggap baik.

​Meski menganggap wajar bagi pengguna umum, Bambang sendiri mendapatkan fasilitas gratis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena usianya yang di atas 60 tahun. Dia bisa menggunakan MRT dan LRT Jakarta (kecuali KRL dan LRT Jabodebek ke Bekasi) secara gratis dengan kartu lansia yang dimilikinya.

​Bambang berpendapat, pemerintah kota, termasuk Bogor, seharusnya memberikan dukungan pendanaan sebagai bentuk partisipasi jangkauan subsidi.

​"Iya, ini sampai Bogor ya. Mestinya Pemerintah Bogor, Pemerintah Jabar, gak koar-koar aja. Fasilitas TransJabodetabek sampai nyambung ke Bekasi, Tangerang, Bogor, Depok. Ya, seharusnya pemerintah-pemerintah kota ini memberikan dukungan pendanaan lah gitu ya sebagai bentuk partisipasi sesuai dengan kemampuan PAD-nya masing-masing," kata Bambang.

​2. Sebagian warga rasa keberatan, minta subsidi dari hasil pajak

Antrian warga Bogor untuk masuk ke Transjabodetabek P11 di terminal Botani Sqare Bogor. IDN Times/Linna Susanti

Di sisi lain, Ernita (28) yang setiap hari pulang-pergi Jakarta-Bogor menggunakan TransJabodetabek, merasa sangat keberatan dengan nominal kenaikan hingga Rp10 ribu. Menurut dia, jika dibandingkan dengan tarif saat ini sebesar Rp3.500, kenaikan tersebut hampir tiga kali lipat dan berdampak langsung pada perhitungan pengeluaran bulanan para pengguna transum harian.

​Ernita berharap ada komunikasi antara Pemda Bogor dan Pemprov DKI Jakarta agar penyesuaian tarif tidak terlalu memberatkan masyarakat. ​

Sebagai warga negara yang taat membayar berbagai jenis pajak, mulai dari pajak makanan, rumah/tanah, hingga kendaraan pribadi, Ernita menganggap wajar jika rakyat meminta subsidi untuk transportasi umum yang digunakan sehari-hari untuk bekerja.

​"Pasti akan keberatan sih untuk nominal Rp10 ribu. Kalau kita kalkulasi, dibandingkan dari Rp3.500 ke Rp10 ribu itu kan pasti bisa dihitung tiga kali lipat ya. Pasti kita kan naik kendaraan umum ada perhitungannya dan untuk minta subsidi itu pasti kita sebagai warga juga mau minta subsidi karena kita juga apa-apa sekarang potong pajak," ujar Ernita.

3. Integrasi dengan transportasi umum

Transjabodetabek P11 rute Bogor-Blok M. IDN Times/Linna Susanti

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif layanan TransJabodetabek naik dari Rp3.500 menjadi Rp10 ribu. Usulan tersebut muncul dari kajian penyesuaian tarif transportasi umum yang dibahas melalui dialog publik.

Ketua DTKJ, Sugihardjo, mengatakan, usulan penyesuaian tarif bukan berarti pemerintah tidak lagi memberikan subsidi bagi layanan TransJabodetabek, tapi mendorong warga penyangga beralih ke transportasi umum.

"Yang sudah berlaku ini dari 2005 sampai 2021 semuanya Rp3.500 kan untuk BRT TransJakarta, untuk juga yang ke mana, Blok M ke Bandara, terus juga untuk TransJabodetabek. Kita mendorong penyesuaian tarif tapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Nah ini kami sudah usulkan," ujar Sugihardjo, Senin (6/7/2026).

Dia mengatakan, usulan tarif Rp10 ribu tidak bisa dilihat semata-mata sebagai kenaikan dari tarif saat ini sebesar Rp3.500. Sebab, dalam skema yang diusulkan, penumpang TransJabodetabek nantinya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan TransJakarta dalam satu kelompok tarif.

"Yang luar kota jadinya Rp10 ribu. Kalau dari selama ini Rp3.500 naiknya kan jadi Rp10 ribu kan naik. Tapi juga kalau dilihat dari sekarang dia bisa menggunakan TransJakarta, TransJakartanya sendiri kan sudah Rp5.000 yang usulan kita," kata dia.

Menurut Sugihardjo, usulan tersebut membuat layanan TransJabodetabek tidak lagi berdiri sendiri. Penumpang akan memperoleh kemudahan, karena tarif yang dibayarkan sudah mencakup perjalanan lanjutan menggunakan TransJakarta. Ke depan, DTKJ juga mendorong integrasi yang lebih luas dengan moda transportasi berbasis rel, yakni LRT dan MRT.

"Apalagi nanti kalau misalnya kita mendorong sebetulnya integrasinya bukan sesama moda transportasi jalan, tapi dengan LRT dan MRT. Kalau TransJabodetabek-nya digabungkan lagi ke situ berarti kan sudah integrasi semua moda," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article