Pemkot Depok Usul 5 Rute Baru Transjabodetabek, Pramono: Kami Diskusikan

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi usulan Pemkot Depok terkait lima rute baru Transjabodetabek dan berencana mendiskusikannya bersama pihak terkait.
- Pemkot Depok melalui Dishub mengajukan lima rute baru sejak April 2026 untuk memperluas konektivitas transportasi massal antara Depok dan Jakarta, menunggu persetujuan Dishub DKI Jakarta.
- Lima rute yang diusulkan mencakup empat trayek baru dan satu penyesuaian, ditujukan untuk mempermudah mobilitas warga serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung merespons permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang mengusulkan lima rute baru Transjabodetabek. Pramono akan segera mendiskusikan permintaan tersebut.
"Iya, saya membaca usulan itu. Nanti kami akan diskusikan dengan Pemerintah Depok," ucap Pramono di Puncak Jakarta Creative Festival, di Istora, Sabtu (5/6/2026) sore.
1. Transjabodetabek solusi kurangi macet

Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa permintaan perluasan rute tersebut menjadi bukti bahwa Transjabodetabek sudah menjadi kebutuhan dan mengurangi kemacetan.
"Yang jelas memang Transjabodetabek ini sekarang sudah menjadi kebutuhan. Dan itu terbukti menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan orang yang pagi hari ke Jakarta maupun sore hari kembali ke kediamannya masing-masing," katanya.
2. Pemkot Depok usul lima rute baru Transjabodetabek

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus mendorong peningkatan layanan transportasi massal. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), lima rute baru Transjabodetabek telah diusulkan untuk memperluas konektivitas antara Kota Depok dan Jakarta. Saat ini, usulan tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
Sekretaris Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, mengatakan usulan lima rute tersebut telah diajukan sejak April 2026. Selama beberapa bulan terakhir, Dishub Kota Depok terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan TransJakarta untuk mematangkan rencana operasional.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya untuk mengembangkan trayek Transjabodetabek agar dapat mempermudah mobilitas warga Depok,” ujarnya dikutip dalam keterangan resmi.
3. Usulan lima rute baru

Aan menjelaskan, empat rute yang diusulkan merupakan trayek baru, yaitu Shila at Sawangan–Lebak Bulus, Terminal Sawangan–Kuningan, Terminal Depok–Cinere–Blok M, serta Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan.
Satu rute lainnya berupa penyesuaian (rerouting), yakni trayek Universitas Indonesia–Manggarai (D21) yang sebelumnya melayani rute Terminal Jatijajar–Manggarai.
Menurut Aan, pengembangan layanan Transjabodetabek menjadi kebutuhan seiring tingginya mobilitas masyarakat Depok menuju Jakarta setiap hari untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun beraktivitas.
“Banyak warga Depok yang bekerja atau beraktivitas di Jakarta. Karena itu, pengembangan rute ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurai kemacetan,” jelasnya.






















