Jakarta, IDN Times - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai, Presiden Prabowo Subianto sudah saatnya melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih. Hal ini sekaligus menyoroti isu reshuffle yang akan berlangsung Senin (14/9/2026) sore.
Menurut dia, perombakan kabinet dinilai penting untuk percepatan pembangunan untuk mendukung roda pemerintahannya.
"Dari sisi kami, memang sudah waktunya lah Bapak Presiden melakukan reshuffle untuk melakukan percepatan, penajaman terhadap mimpi-mimpi presiden, prioritas-prioritas Presiden," kata Said di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Elite PDIP itu menilai, Kepala Negara telah melakukan evaluasi bagi para pembantu-pembantunya. Prabowo juga dinilai telah mengantongi jejak rekam para menterinya sebagai parameter untuk melakukan reshuffle.
"Mau hari ini, mau besok, atau kapan pun, sepenuhnya kewenangan Presiden, dan tentu itu bagian dari alat presiden untuk mempercepat visi presiden," kata Ketua DPP PDIP itu.
Presiden Prabowo Subianto diagendakan melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih Senin sore. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, membenarkan informasi mengenai reshuffle tersebut.
"Ada undangan terkait pelantikan," ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Nama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, diisukan akan terkena reshuffle. Di tengah isu tersebut, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara bersama istri datang ke Istana.
Suahasil datang dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi biru. Setelan khas pelantikan di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Saat ditanya apakah akan dilantik menjadi Menteri Keuangan, Suahasil hanya diam. Suahasil kemudian langsung masuk ke Istana Kepresidenan Jakarta.
