Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menkes: Hasil Pemeriksaan Siswi Asal Karo oleh Tim RSCM Keluar 1-2 Hari Lagi

Menkes: Hasil Pemeriksaan Siswi Asal Karo oleh Tim RSCM Keluar 1-2 Hari Lagi
Menteri Budi Gunadi Sadikin di Gedung DPR, Senin (14/9/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum)
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut hasil pemeriksaan siswi Karo yang diduga keracunan usai mengonsumsi MBG oleh tim RSCM diperkirakan keluar dalam satu hingga dua hari.
  • Pemeriksaan RSCM dilakukan untuk memperkuat hasil dari RS Adam Malik, setelah pasien dibawa ke Jakarta atas arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
  • Tim RSCM melibatkan spesialis anak, ahli neurologi anak, psikiatri anak, Ketua Kolegium Anak, dan ahli penyakit dalam untuk menilai kondisi pasien secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, hasil pemeriksaan tim ahli Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) terhadap siswi asal Karo, Sumatra Utara, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), diperkirakan keluar dalam satu hingga dua hari.

Budi mengatakan, tim ahli RSCM saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap siswi tersebut. Dia mengaku belum menerima hasil pemeriksaan dan enggan berspekulasi mengenai diagnosis pasien.

"Nah, mereka tuh sudah bekerja, harusnya hasilnya sih sebentar lagi keluar, ya. Saya kenapa saya gak mau berspekulasi? Karena lebih baik ahlinya," kata Budi di DPR, Senin (14/9/2026).

  1. 1. Perkuat hasil dari RS Adam Malik

    Menkes: Hasil Pemeriksaan Siswi Asal Karo oleh Tim RSCM Keluar 1-2 Hari Lagi
    FY salah satu korban keracunan MBG saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Menurut Budi, pemeriksaan oleh tim ahli RSCM juga diperlukan untuk memperkuat hasil pemeriksaan yang sebelumnya telah dilakukan Rumah Sakit Adam Malik.

    "Yang Adam Malik sudah ada. Cuma itu kan perlu diperkuat oleh ahlinya sesuai permintaan Pak Wapres. Supaya benar-benar bagus. Jadi tim ahlinya tuh sekarang udah kerja semua. Itu harusnya, saya belum terima hasilnya, tapi dalam satu hari dua hari ini pasti keluar," kata dia.

  2. 2. Sesuai arahan Gibran

    IMG-20260911-WA0032.jpg
    Wapres Gibran Rakabuming menjenguk korban keracunan MBG Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026). (Dok. Setpres RI)

    Budi mengatakan, pemeriksaan dilakukan setelah pasien dibawa ke RSCM atas arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, pasien telah diperiksa dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Adam Malik.

    "Waktu Pak Wapres ke sana, diminta agar kita membawa yang bersangkutan ke RSCM. Kenapa? Karena dilihat bahwa RSCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik," ujar dia.

  3. 3. Pemeriksaan libatkan sejumlah ahli

    IMG-20260911-WA0038.jpg
    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi anak-anak korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Jumat (11/9/2026) (dok. Setwapres)

    Budi mengatakan pemeriksaan di RSCM melibatkan sejumlah dokter dengan keahlian berbeda. Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis anak, profesor ahli neurologi anak, profesor di bidang psikiatri anak, serta Ketua Kolegium Anak.

    "Saya sudah kumpulin tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wapres. Nomor satu, kita ada dokter spesialis anak. Nomor dua, karena ini berkaitan dengan saraf, kita juga memanggil dokter profesor yang paling ahli mengenai neurologi anak. Ketiga, karena ini juga ada kaitannya dengan kejiwaan, kita ambil profesor yang bergerak di bidang psikiater anak," ucapnya.

    "Kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat secara keseluruhan dan ahli dari anak yang mengerti mengenai penyakit dalam. Karena takutnya ada yang lain juga yang kita tidak tahu," sambungnya.

    FP hilang ingatan sejak menjadi korban keracunan MBG pada 13 Agustus 2026. Dari hasil yang diterima sang ibu, Elvinus, akan ada observasi selama rawat jalan. Dokter memintanya untuk memvideokan FP jika terjadi kejang-kejang agar dapat diberikan obat yang tepat.

    "Tadi, kata dokter sewaktu nanti dia kejang ada waktunya observasi di rumah. Sewaktu dia nanti masih kejang di rumah, dia diambil video kata dokternya, biar tahu dokternya untuk memberikan obat," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More