Jakarta, IDN Times - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengingatkan, kebebasan berbicara dalam demokrasi harus disertai tanggung jawab tengah perkembangan teknologi digital yang semakin memperluas ruang masyarakat menyampaikan pendapat.
"Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab, jika kemerdekaan bicara disampaikan dengan argumentasi, dan jika perbedaan tidak dijadikan alasan penghinaan," kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dia mengatakan, teknologi digital memberikan ruang bagi setiap warga untuk menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, dan terlibat dalam perdebatan publik.
Meski begitu, teknologi juga dapat digunakan untuk menyebarkan berbagai konten yang mengancam kualitas demokrasi.
"Namun, teknologi yang sama juga dapat menyebarkan kebencian, fitnah, manipulasi, dan kabar bohong dalam kecepatan yang belum pernah kita alami sebelumnya," ujar dia.
Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026) pagi.
Dalam pembukaan sidang, Ahmad Muzani menyampaikan, jumlah anggota yang hadir telah memenuhi syarat kuorum. Berdasarkan laporan Sekretariat Jenderal MPR RI, sebanyak 629 anggota dari total 732 anggota MPR RI hadir, baik secara fisik maupun daring.
