Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Houthi Klaim Serangan Saudi ke Pasar di Yaman Tewaskan 7 Orang

3 min read
Houthi Klaim Serangan Saudi ke Pasar di Yaman Tewaskan 7 Orang
pemandangan sebuah pasar di Yaman (unsplash.com/Thomas Foertsch)
  • Houthi menuduh koalisi Arab Saudi menyerang pasar di persimpangan Mawiya, Taiz, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 40 lainnya, termasuk lima anak.
  • Pemerintah Yaman membantah pasar menjadi sasaran, menyatakan operasi menargetkan kamp militer, kendaraan tempur, gudang senjata, serta posisi Houthi di Taiz.
  • Konflik yang memanas sejak Juli memicu pengungsian 146 ribu orang dalam tiga pekan; OCHA mencatat lebih dari 22 juta warga Yaman membutuhkan bantuan darurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kelompok Houthi menuduh koalisi Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sebuah pasar di pinggiran Kota Taiz, Yaman barat daya, pada Minggu (27/9/2026). Serangan tersebut dilaporkan menghantam persimpangan Mawiya hingga menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 40 warga lainnya.

Stasiun televisi Al-Masirah milik Houthi memperlihatkan kerusakan pada bangunan gudang makanan dan sejumlah kendaraan di lokasi kejadian. Kementerian Kesehatan Houthi menyebut lima anak turut menjadi korban luka dalam serangan tersebut. Sementara itu, sumber internal kelompok mengonfirmasi sekitar 30 anggotanya tewas dalam rangkaian serangan koalisi di kawasan yang sama.

  1. 1. Houthi ancam balas serangan udara Saudi di Taiz

    Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree
    Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree (Tasnim News Agency, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan serangan udara di Taiz dilancarkan oleh armada jet tempur F-15 milik Arab Saudi. Ia menyebut dua putaran bom menghantam area pasar dan menyebabkan hampir 50 korban tewas serta luka-luka. Saree mengecam aksi tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan keji terhadap warga sipil.

    "Darah yang tertumpah secara tidak adil dan agresif di pasar Mawiyah, Provinsi Taiz, akan menimbulkan konsekuensi berat bagi pelaku dari pihak Saudi," kata Yahya Saree, dilansir The Jerusalem Post.

    Selain di Taiz, Houthi melaporkan jet tempur koalisi menggempur sejumlah wilayah lain di Yaman. Saree mencatat ada 27 serangan udara yang menyasar Provinsi Marib, Saada, Amran, Ibb, Hajjah, dan Al-Jawf.

  2. 2. Pasukan pemerintah Yaman sebut serangan sasar pos militer

    bendera Yaman
    bendera Yaman (pixabay.com/Chickenonline)

    Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional membantah tuduhan bahwa serangan tersebut menyasar fasilitas publik. Pusat media militer pemerintah menyatakan pasukannya menggempur kamp militer dan iring-iringan kendaraan tempur Houthi di persimpangan Mawiya.

    Tiga sumber militer pemerintah menyebut milisi Houthi baru saja membangun pangkalan operasi di dekat pasar tersebut. Militer Yaman juga memperingatkan bahaya sistem pertahanan udara baru milik Houthi terhadap jalur transportasi sipil.

    "Senjata Houthi ini menjadi ancaman serius bagi rute penerbangan internasional di atas Laut Merah karena beroperasi menggunakan sistem pelacak panas," kata juru bicara pasukan pemerintah Yaman, Brigadir Jenderal Majed al-Nazili, dilansir Al Jazeera.

    Pasukan pemerintah mengklaim melancarkan serangan udara dan darat ke lima posisi Houthi di Provinsi Taiz dalam kurun 24 jam terakhir. Operasi tersebut menyasar gudang senjata di Mafraq Mawiya dan al-Dhukrah, serta konsentrasi pasukan milisi di Distrik al-Waziiya dan Hayfan.

    Di garis depan pertempuran darat, tentara pemerintah berhasil memukul mundur upaya penyusupan milisi di al-Ahtoub dan Hadran. Pasukan reguler kini menguasai sejumlah bukit strategis, termasuk Jabal Bazel di Taiz selatan, guna mengunci jalur pasokan logistik Houthi.

  3. 3. Pemerintah Yaman serukan mobilisasi di tengah krisis kemanusiaan

    pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman
    pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)

    Pertempuran di Yaman kembali berkobar sejak Juli dan memanas pada September setelah Houthi menguasai seluruh pesisir Laut Merah, termasuk kota Mocha dan Selat Bab al-Mandab. Menanggapi kemajuan ini, Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman, Rashad al-Alimi, menyerukan mobilisasi umum kepada warga sipil. Ajakan tersebut dinilai akan mendapat dukungan luas di wilayah Taiz dan Marib.

    Eskalasi konflik memicu eksodus warga sipil di barat daya Yaman. Badan Anak-Anak PBB (UNICEF) mencatat sedikitnya 146 ribu orang terpaksa mengungsi dalam tiga pekan terakhir, sebagian besar berasal dari wilayah Taiz. Lebih dari 3 ribu warga bahkan menyeberangi Laut Merah menuju Djibouti untuk menghindari pertempuran darat.

    Kondisi warga sipil kian terimpit akibat perang berkepanjangan di negara termiskin kawasan Arab tersebut. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan lebih dari 22 juta warga Yaman membutuhkan bantuan pangan dan medis darurat. Sebanyak 18,3 juta orang mengalami kerawanan pangan akut, dan 2,2 juta balita kini menderita gizi buruk parah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More