Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak masyarakat untuk melihat pesan Presiden Prabowo Subianto secara utuh dan meminta agar tidak terjebak dalam perdebatan istilah yang dapat mengalihkan perhatian dari inti persoalan.
Menurut Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, Prabowo justru memandang bahwa kritik merupakan masukan yang penting untuk diungkap.
Ia menyebut, berbagai temuan di lapangan telah menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan.
“Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan. Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Fifi di Jakarta, Senin (27/7/2026).
