Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan banding terhadap vonis 3,5 tahun penjara yang diputuskan Majelis Hakim terhadap Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.
"Banding," ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Sementara itu, kubu Hasto masih belum menentukan sikapnya. Keputusan banding atau tidaknya harus diputuskan sebelum Jumat, 1 Agustus 2025.
Diketahui, Hasto divonis 3,5 tahun penjara dan Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan. Hakim menyatakan unsur perintangan penyidikan tak terbukti, namun suapnya terbukti.
Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Sebelumnya, Jaksa menuntut Hasto dihukum 7 tahun penjara dan denda Rp600 juta.
Persidangan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rios Rahmanto dengan Sunoto dan Sigit Herman Binaji selaku Hakim Anggota.
Hakim menyebut ada dua hal yang memberatkan dalam vonis ini.
Hakim mengatakan, perbuatan Terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu, perbuatan terdakwa dapat merusak citra lembaga penyelenggara Pemilu yang seharusnya independen dan berintegritas.
Tak cuma memberatkan, Hakim juga mempertimbangkan hal meringankan. Hal-ytersebut adalah:
- Terdakwa bersikap sopan selama persidangan
- Terdakwa belum pernah dihukum
- Terdakwa memiliki tanggungan keluarga
- Terdakwa telah mengabdi pada negara melalui berbagai posisi publik
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK Banding Terhadap Vonis 3,5 Tahun Hasto Kristiyanto

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam Pertemuan KPK dengan Badan Gizi Nasional. (dok. Humas KPK)
Take a Deeper Read
Curated For You
- ICW Sayangkan Hasto Cuma Divonis 3,5 Tahun Penjara27 Jul 2025, 12:09 WIB
- Perintangan Penyidikan Hasto Tak Terbukti, Ketua KPK: Kurang Apa Lagi?25 Jul 2025, 19:57 WIB
- Hasto Klaim Sudah Tahu Akan Divonis 3,5-4 Tahun Bui Sejak April25 Jul 2025, 18:05 WIB
Editorial Team
EditorDwifantya Aquina
Related Article
Isenmulang FC Tantang Persib, Mundari Karya Siapkan Strategi Curi Poin01 Nov 2026, 01:00 WIB
Drone Hantam Kamp Pengungsian di Ethiopia, 15 Orang Tewas31 Oct 2026, 23:31 WIB
Prabowo Beri Taklimat Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang31 Oct 2026, 23:29 WIB
Houthi Serang Lagi Istana Kepresidenan Yaman31 Oct 2026, 23:10 WIB
Ada 90 Unit SPKLU di Lampung, Kemudahan Trip Planner dan Antre EV31 Oct 2026, 23:03 WIB
Pemuda Masjid Dunia Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT dan Sumatra31 Oct 2026, 22:46 WIB
Siapa Saja Negara Penyumbang Dana PBB Terbesar? AS Memimpin31 Oct 2026, 22:43 WIB
PKB Sebut Putusan MA dan MK soal Ijazah Gibran Jadi Rujukan Sikap Politik di DPR31 Oct 2026, 22:42 WIB
Libya Timur Tutup Perbatasan untuk Warga Iran dan Afghanistan31 Oct 2026, 22:31 WIB
Pakai Almamater UBSI di Acara Sumpah Pemuda Bundaran HI, Sari Minta Maaf31 Oct 2026, 22:22 WIB
Brasil Duga Ada Keterlibatan Argentina Bantu Flavio Bolsonaro Kabur31 Oct 2026, 22:09 WIB
Bebas Denda hingga Pajak Progresif, Pemutihan PKB Sumut31 Oct 2026, 22:08 WIB
Sukses Hilirisasi Riset ke Industri, Rektor Itera Raih Inovator Award31 Oct 2026, 22:02 WIB
BNPB Bersih-Bersih Usai OTT KPK, Kristomei Soroti Tata Kelola Anggaran31 Oct 2026, 22:00 WIB
Peradi Profesional Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah Perkuat Pendidikan Advokat31 Oct 2026, 21:48 WIB
KM Lawit Tabrak Pelabuhan, PELNI Minta Maaf dan Refund Tiket Penumpang31 Oct 2026, 21:47 WIB
Gunung Anak Krakatau 31 Oktober 2026 Malam Erupsi 14 Kali31 Oct 2026, 21:26 WIB
Arab Saudi Serang Komplek Perumahan di Yaman, 12 Orang Tewas31 Oct 2026, 21:21 WIB
Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro: Raffi Ahmad dan Willie Salim Diundang31 Oct 2026, 21:11 WIB
Vokal Bela Palestina, Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris31 Oct 2026, 21:09 WIB