Zulhas Bantah Isu Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas Pemilu: Hoaks!

- Zulkifli Hasan membantah ada pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ketua umum partai koalisi untuk membahas pemilu, dan menyebut informasi tersebut hoaks.
- Sekjen Gerindra Sugiono mengonfirmasi sejumlah ketua umum partai koalisi bertemu, dengan Gerindra diwakili Sufmi Dasco Ahmad, untuk membahas hal terkait Undang-Undang Pemilu.
- Pertemuan membahas usulan ambang batas pencalonan presiden 5 persen yang didukung Gerindra, PKS, dan Golkar, serta upaya mengakomodasi suara agar pemilu efektif dan efisien.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), mengklaim tidak ada pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ketua umum partai koalisi membahas pemilu. Zulhas menyebut hoaks informasi tersebut.
"Hoaks, hoaks, gak ada. Tidak ada, siapa yang bilang itu, ngarang itu, gak ada ya Presiden kumpulkan partai," ujar Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/9/2026).
1. Apa kata Gerindra?

Sekjen Gerindra Sugiono ungkap partai koalisi sepakat ambang batas parlemen 5 persen. (IDN Times/Amir Faisol). Secara terpisah, Sekjen Partai Gerindra, Sugiono membenarkan ada pertemuan ketua umum partai koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo. Dari Gerindra, dihadiri oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
"Iya, jadi kemarin beberapa ketua umum partai berkumpul. Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku ketua harian untuk membicarakan hal-hal yang perlu dibicarakan dalam rangka Undang-Undang Pemilu," ucap Sugiono di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
2. Bahas ambang batas pencalonan Presiden

Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI) Sugiono menjelaskan, pertemuan itu membahas mengenai ambang batas pencalonan Presiden atau Presidential Threshold (PT).
"Satu hal yang sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen," kata Sugino.
Menurut dia, angka ini juga sejalan dengan kesepahaman antara PKS dan Golkar yang juga sepakat dengan angka lima persen.
"Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan dan saya kira itu yang kita sepakati," kata dia.
3. Tidak ingin ada suara yang terbuang

Ilustrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU). (IDN Times/ Riyanto) Menteri Luar Negeri (Menlu) RI itu menyatakan, parpol tidak ingin ada suara-suara yang terbuang pada pemilu mendatang. Parpol-parpol juga bersepakat untuk menciptakan pemilu yang efektif dan efisien.
"Keterlibatan seluruh rakyat dalam hal ini suara-suara yang yang kan kadang-kadang ada suara yang tidak yang terbuang, yang tersisa itu segala macam yang tidak itu juga bisa diakomodir seoptimal mungkin," kata dia.





















