Comscore Tracker

Kadispenad Bakal Pelajari Dugaan Catcalling oleh Oknum TNI AD

Pengunggah klaim direkam dan digoda dari dalam mobil

Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (AD),  Brigjen TNI Tatang Subarna menjelaskan, pihaknya akan mempelajari kasus dugaan pelecehan seksual dengan catcalling oleh terduga anggota TNI AD yang viral di media sosial, usai korban membagikan kisahnya dan menjadi perhatian warganet.

"Terkait dengan cuitan salah satu akun Twitter @txtdariorangberseragam tentang tindakan catcalling yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AD terhadap seorang wanita (waktu dan tempat tidak diketahui). Kami dari pihak TNI AD akan mempelajari kasus tersebut berkoordinasi dengan pihak terkait," ujarnya kepada IDN Times, Kamis (17/6/2022).

Tatang menggungkapkan, jika nantinya terbukti ada pelanggaran hukum atau unsur pidana dan terbukti dilakukan oleh oknum TNI AD, pihaknya tak akan diam dan akan memproses tindakan pelecehan tersebut.

"TNI AD akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan atau ketentuan hukum yang berlaku," kata dia.

1. Kasus ini viral di media sosial Twitter

Kadispenad Bakal Pelajari Dugaan Catcalling oleh Oknum TNI ADIlustrasi Anti-Kekerasan Seksual (IDN Times/Galih Persiana)

Cuitan akun Twitter @txtdariorangberseragam menceritakan tindakan catcalling yang diduga dilakukan oleh oknum TNI AD terhadap seorang perempuan, viral di media sosial.

Kepada IDN Times, korban berinisial R menjelaskan, dugaan pelecehan itu dialaminya saat berada di warung tegal (warteg) daerah Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, bersama temannya pada Rabu (15/6/2022) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

"Saya lihat di depan warteg ada mobil Sigra warna silver dan ada anggota berseragam TNI sedang merekam saya dan godain-godain sambil manggil-manggil saya dan teman saya dari dalam mobil,” kata R kepada IDN Times, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga: Viral, Perempuan Kena Catcalling Diduga oleh Anggota TNI 

Baca Juga: Viral Mahasiswi Keperawatan Unggah Konten Bernada Pelecehan

2. R klaim direkam dan digoda di jalan

Kadispenad Bakal Pelajari Dugaan Catcalling oleh Oknum TNI ADPengunjung berswafoto dengan latar belakang Istana Bogor di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019) (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

R mengungkapkan, lima orang di dalam mobil itu meminta nomor telepon dia dan temannya dengan menggunakan kode tangan. Kaca mobil terduga anggota TNI itu terbuka dan menertawakan mereka sembari menggoda keduanya. Tindakan ini seringkali disebut sebagai catcalling.

Korban yang panik dan takut tetap digoda walau sudah berpindah tempat dari warteg ke minimarket. Dia mengklaim sudah melaporkan kasus ini ke pihak TNI.

“Saat keluar itu, mereka semua menggoda, memanggil-manggil, dan merekam saya serta teman saya jalan. Di situ saya langsung rekam mereka seperti yang ada di video Insta Story saya berdurasi 5 detik dan sayang sekali plat (nomor mobil)-nya tidak terfoto,” ujar R.

3. Catcalling adalah street harassment

Kadispenad Bakal Pelajari Dugaan Catcalling oleh Oknum TNI ADilustrasi pelecehan (IDN Times/Mardya Shakti)

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi seperti dilansir dari Webinar "Catcalling Sebuah pujian, hinaan atau pelecehan?" menjelaskan bahwa catcalling merupakan bagian dari pelecehan seksual. Kekerasan seksual berbasis gender di dalamnya termasuk pelecehan seksual.

"Pelecehan seksual adalah perhatian atau perilaku bersifat seksual yang tidak diinginkan," kata dia dikutip Kamis (17/6/2022).

Pelecehan seksual fisik yang tak dikehendaki oleh salah satu pihak atau korban, sedangkan pelecehan seksual non fisik di antaranya adalah menggoda, lelucon, pelecehan verbal, eye escalator, hingga sexting, berusaha membuat gerakan sugestif secara seksual.

Catcalling sendiri kata Siti Aminah, merupakan street harassment atau bentuk disrespect pada perempuan yang dianggap candaan tanpa disadari bahwa itu adalah pelecehan seksual. Hal ini didasari dari objektivikasi seksual perempuan.

"Dianggap sebagai bahan bercandaan atau upayaan untuk menarik diri, tetapi untuk perempuan itu adalah ketidaknyamanan," kata dia.

"Catcalling adalah pelecehan seksual karena menunjukkan tidak menghormati perempuan, tubuh perempuan, atau akar dasarnya itu dari cara memandang tubuh perempuan sebagai objek memuaskan laki-laki," katanya.

Baca Juga: 5 Tips yang Harus Kamu Lakukan Ketika di-Catcalling

Baca Juga: 5 Jenis Catcalling yang Sering Terjadi, Pelecehan Berkedok Sanjungan

Topic:

  • Deti Mega Purnamasari

Berita Terkini Lainnya