Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Liburan Terakhir Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung
ilustrasi glamping (unsplash.com/Jane Le)
  • Empat anggota keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal di tenda glamping Posong, Temanggung, setelah menginap sejak malam sebelumnya dan tidak merespons saat waktu check out.
  • Polisi menemukan alat pemanggang, kompor gas portabel, serta bahan makanan di lokasi dan mengamankan sejumlah barang milik korban untuk penyelidikan lebih lanjut.
  • Penyebab kematian masih diselidiki dengan dua dugaan utama, yaitu keracunan makanan atau paparan gas berbahaya; hasil labfor forensik masih ditunggu untuk kepastian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
26 Mei 2026

Satu keluarga asal Semarang tiba di kawasan glamping Posong, Temanggung sekitar pukul 22.00 WIB dan menginap untuk liburan.

27 Mei 2026

Sekitar pukul 11.30 WIB, petugas glamping mendatangi tenda untuk mengingatkan waktu check out namun tidak mendapat respons. Pada pukul 15.45 WIB, petugas kembali dan menemukan keempat penghuni tenda telah meninggal dunia.

27 Mei 2026

Polisi melakukan olah TKP, menemukan alat pemanggang, kompor gas portabel, serta bahan makanan yang diduga digunakan korban sebelum kejadian.

kini

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian empat anggota keluarga tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Empat anggota satu keluarga ditemukan meninggal dunia di tenda glamping kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, saat sedang berlibur.
  • Who?
    Korban terdiri dari pasangan suami istri MAM (52) dan M (43), serta dua anak mereka AEH (17) dan BAH (21), warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di area glamping Posong, wilayah wisata di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
  • When?
    Kejadian diketahui pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 15.45 WIB setelah petugas glamping membuka tenda yang tidak merespons panggilan check out.
  • Why?
    Penyebab kematian masih diselidiki; dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan atau paparan gas berbahaya dari alat pembakaran dalam tenda tertutup rapat.
  • How?
    Petugas menemukan korban tak bernyawa setelah membuka paksa tenda. Polisi melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada satu keluarga pergi liburan ke tempat tenda di Posong. Mereka ada ayah, ibu, dan dua anak. Mereka datang malam-malam dan tidur di tenda. Besoknya petugas mau bersih-bersih tapi keluarga itu tidak keluar. Saat tenda dibuka, semuanya sudah meninggal. Polisi datang, ambil barang dan makanan, lalu periksa di lab untuk tahu kenapa mereka bisa meninggal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah peristiwa yang memilukan, langkah cepat petugas wisata dan kepolisian menunjukkan kesigapan dalam menangani situasi darurat. Proses olah TKP yang teliti serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium memperlihatkan komitmen aparat dalam mencari kebenaran secara ilmiah, demi memastikan kejelasan penyebab kejadian dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tak ada yang menyangka jika liburan satu keluarga beranggotakan empat orang, yaitu MAM (52) dan M (43) yang bekerja sebagai pedagang serta dua anak mereka yang masih berstatus pelajar berinisial AEH (17) dan BAH (21) di kawasan glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026) jadi liburan terakhir mereka bersama-sama.

Di tempat liburan tersebut, satu keluarga itu meregang nyawa bersama tanpa diduga. Polisi pun masih menyelidiki dan menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) untuk mengungkap penyebab kematian mereka.

Bagaimana peristiwa mengenaskan itu terjadi?

1. Keluarga tiba pada malam hari dan menginap di kawasan glamping

Wisata Alam Posong di Temanggung (https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/)

Empat korban yang merupakan pasangan suami istri dan dua orang anak ini berasal dari Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Mereka menginap di kawasan glamping dan dijadwalkan check out pada keesokan harinya. 

2. Petugas mendatangi tenda saat waktu check out

ilustrasi petugas hotel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tak ada yang memperhatikan bagaimana aktivitas mereka sejak datang ke lokasi glamping dan menikmati liburan yang sudah dipersiapkan. Semua berubah ketika pada Rabu, sekitar pukul 11.30 WIB, petugas tempat wisata bernama Zaki mendatangi tenda untuk melakukan pembersihan sekaligus mengingatkan waktu check out. 

Zaki mencoba memanggil dan mengetuk tenda tempat mereka bermukim. Namun hingga beberapa saat, dia tidak mendapatkan respons dari dalam tenda. Dia juga sempat mengira bahwa tamu masih beristirahat sehingga dia meninggalkan lokasi.


3. Korban ditemukan meninggal dunia pada sore hari

Ilustrasi lapor polisi. (Dok. Polda Jabar)

Zaki kemudian kembali mendatangi tenda sekitar pukul 15.45 WIB dan mengetuk pintu berulang kali, tetapi para penghuni di dalam tenda itu belum juga keluar.

Karena tidak mendapatkan jawaban dari dalam, akhirnya Zaki membuka tenda secara paksa. Dia terkejut karena menemukan keempat korban sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh kaku.

Kejadian tak terduga itu kemudian dilaporkan ke Polres Temanggung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

4. Polisi melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Setelah menerima laporan, Satreskrim bersama Tim Inafis Polres Temanggung pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan alat pemanggang barbeque, kompor gas portabel, tungku pembakaran briket, serta sejumlah bahan makanan yang dibawa korban dari rumah. Polisi juga mengamankan lima unit ponsel, sebuah mobil, dan kamera milik korban.

Selain itu, ditemukan sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga sempat dimasak sebelum kejadian.

5. Dugaan keracunan makanan atau paparan gas

ilustrasi gas beracun (freepik.com/freepik)

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi mendalami dua kemungkinan penyebab kematian para korban.

Dugaan pertama adalah keracunan makanan yang dibawa dan dikonsumsi korban selama berada di lokasi glamping. Dugaan kedua mengarah pada paparan gas berbahaya, termasuk kemungkinan gas karbon monoksida yang berasal dari penggunaan alat pembakaran atau kompor portabel.

Polisi juga menemukan pintu tenda dan ventilasi di kedua sisi dalam kondisi tertutup rapat saat korban ditemukan.

6. Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik

ilustrasi tim forensik (pexels.com/cottonbro studio)

Untuk memastikan penyebab kematian, polisi telah melakukan autopsi dan mengambil sejumlah sampel dari lokasi kejadian.

Sampel makanan, peralatan yang digunakan korban, serta sampel biologis kini diperiksa di laboratorium forensik. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil laboratorium yang akan dijadikan sebagai petunjuk kematian para korban.

"Ada beberapa sampel yang diambil untuk diteliti lebih lanjut. Hasil pemeriksaan labfor ini nantinya akan menjadi petunjuk mutlak tentang penyebab kematian mereka," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Nasir Anwar.

Editorial Team

Related Article